Sektor jasa yang maju memerlukan dukungan kuat dari perusahaan manufaktur sebagai penyedia modal, teknologi, dan lapangan kerja guna menciptakan kesejahteraan ekonomi berkelanjutan. Tanpa fondasi industri yang kokoh, pertumbuhan ekonomi di bidang jasa berisiko kehilangan daya saing dan stabilitas jangka panjang bagi negara.

Dalam berbagai kesempatan berbagi perspektif mengenai pembangunan ekonomi, Arsjad Rasjid sering menekankan bahwa kekuatan sebuah negara tidak bisa hanya bersandar pada satu sektor saja. Beliau melihat adanya keterkaitan yang tidak terpisahkan antara industri pengolahan dengan sektor jasa modern. Menurut pandangannya, ekonomi sebuah bangsa ibarat sebuah bangunan; jika jasa adalah atapnya, maka perusahaan manufaktur adalah fondasi beton yang menyangganya.

 

Ketergantungan Sektor Jasa Terhadap Ekosistem Manufaktur

Fenomena pertumbuhan sektor jasa seperti logistik, riset, hingga teknologi finansial (fintech) memang terlihat sangat dinamis di era digital. Namun, jika ditelaah lebih dalam, seluruh sektor tersebut tetap membutuhkan “mesin” produksi di belakang layar. Arsjad Rasjid menggarisbawahi bahwa efisiensi logistik mustahil tercapai tanpa adanya barang-barang fisik berkualitas yang diproduksi oleh pabrik-pabrik lokal.

Begitu juga dengan dunia riset dan pengembangan. Sebuah laboratorium penelitian membutuhkan perusahaan manufaktur untuk mentransformasikan hasil invensi menjadi produk massal yang bisa diuji coba dan dipasarkan. Tanpa adanya industri hilir yang kuat, hasil riset hanya akan berakhir sebagai dokumen di atas meja tanpa memberikan dampak ekonomi riil bagi masyarakat luas.

Belajar dari Transformasi Ekonomi Korea Selatan

Dalam memberikan pembelajaran hidup dan bisnis, Arsjad kerap merujuk pada keberhasilan Korea Selatan sebagai contoh nyata. Sebelum dunia mengenal K-Pop atau industri kreatifnya yang mendunia, Korea Selatan telah lebih dulu membangun kekuatan melalui raksasa industri seperti Samsung, LG, dan Hyundai.

Keberhasilan sektor jasa hiburan dan kreatif mereka tidak muncul dari ruang hampa. Hal tersebut merupakan hasil dari kemapanan ekonomi yang dibangun oleh perusahaan manufaktur selama puluhan tahun. Ketika fondasi industrinya sudah kokoh, sektor jasa secara otomatis akan memiliki daya dorong yang lebih besar untuk melakukan ekspansi global karena didukung oleh modal dan teknologi yang mumpuni.

Risiko Ketimpangan Tanpa Industri Pengolahan yang Kuat

Pertanyaan besar yang sering muncul adalah apakah sektor jasa bisa berkelanjutan tanpa ditopang manufaktur? Arsjad Rasjid memberikan pandangan bahwa pertumbuhan yang hanya mengandalkan sektor jasa cenderung lebih rentan terhadap gejolak eksternal. Sektor manufaktur memberikan nilai tambah (value-added) yang signifikan dan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) terhadap lapangan kerja formal.

Jika perusahaan manufaktur di dalam negeri melemah, maka sektor jasa akan terpaksa bergantung pada barang impor. Hal ini tidak hanya membebani neraca perdagangan, tetapi juga membuat sektor jasa kehilangan keunggulan kompetitifnya karena biaya operasional yang tinggi dan rantai pasok yang tidak stabil.

Membangun Ekonomi Riil yang Berkelanjutan

Untuk mencapai visi Indonesia Maju, penguatan fondasi industri menjadi agenda yang tidak bisa ditawar. Setiap kebijakan yang mendukung keberlangsungan perusahaan manufaktur pada dasarnya adalah investasi untuk masa depan sektor jasa itu sendiri. Penguatan ini mencakup digitalisasi pabrik, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga kemudahan regulasi bagi investasi industri.

Arsjad meyakini bahwa sinergi antara pabrik dan penyedia jasa akan menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh. Melalui penguatan manufaktur, Indonesia tidak hanya sekadar menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga menjadi basis produksi yang mampu menyuplai kebutuhan jasa global.

BACA JUGA: Tanggapan Arsjad Rasjid Tentang Kecerdasan Buatan yang Dianggap Memberikan Dampak Pada Dunia Kerja

Sebagai penutup, penting bagi para pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk merefleksikan kembali sektor jasa mana yang saat ini paling mendesak untuk mendapatkan dukungan dari pabrik-pabrik lokal. Apakah itu sektor kesehatan dengan kemandirian alat medis, ataukah sektor transportasi dengan produksi kendaraan listrik dalam negeri? Kesadaran akan pentingnya fondasi manufaktur ini menjadi kunci utama dalam membangun kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan.

 

You may also like

More in Inspirasi