Mentoring adalah kunci pengembangan yang esensial dalam berbagai hal, seperti membangun personal branding, menguatkan leadership atau mendorong produktivitas.
Mentoring banyak dibutuhkan, terutama dalam ekosistem perusahaan yang memiliki tim atau karyawan. Proses ini memandu sumber daya manusia untuk mengembangkan potensi dan arah karir, sehingga karyawan menjadi lebih termotivasi dan mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Meski demikian, mentoring adalah aspek yang banyak terlupakan dan kurang pengelolaan secara matang. Kali ini, mari kita simak bagaimana proses pembinaan dan pendampingan mentor dapat berdampak signifikan pada produktivitas dan motivasi seseorang.
Daftar Isi
Riset: Mentoring adalah fasilitas yang dibutuhkan karyawan
Peran krusial mentoring dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas
Manfaat mentoring untuk jangka panjang
Bagaimana mentoring yang efektif?
1. Tentukan tujuan program: jelas dan terukur
2. Didukung pimpinan dan stakeholder
3. Memastikan kesesuaian antara mentor dan mentee
4. Memanfaatkan teknologi
5. Lakukan evaluasi berkala
Riset: Mentoring adalah fasilitas yang dibutuhkan karyawan
Penelitian menunjukkan 76% karyawan merasa butuh pendampingan dan pembinaan untuk mengembangkan karirnya. Dengan adanya mentoring yang efektif, terbukti dapat meningkatkan produktivitas pada perusahaan atau organisasi hingga 70%.
Proses mentoring memberikan kesempatan karyawan untuk mendapatkan practical insight (wawasan praktis) dan problem solving (pemecahan masalah) untuk tantangan di bidang kerja atau spesialisasi masing-masing.
Sesi mentoring juga membuat seorang karyawan terbantu dalam mengidentifikasi peluang atau celah performa yang masih dapat ditingkatkan, serta mendapat feedback konstruktif untuk perbaikan kinerja ke depannya.
Peran krusial mentoring dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas
Salah satu tujuan menyediakan sesi mentoring adalah menumbuhkan dan memelihara motivasi tim atau karyawan. Sebuah survei dari Workplace Happiness menunjukkan 9 dari 10 karyawan yang didampingi atau dipandu dalam bidang kerja mereka, merasa lebih bahagia dan mendapatkan kepuasan kerja yang sesuai.
Proses mentoring juga menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi karyawan untuk mengeksplorasi lebih banyak ide dan inisiatif. Hal ini dapat bermanfaat dalam mendorong budaya inovasi dan produktivitas dalam organisasi maupun perusahaan.
Kunci keberhasilan pembinaan karyawan adalah kesesuaian mentorship dengan audiens, gaya pembelajaran hingga materi pembelajaran yang dibutuhkan. Selain itu, adanya rasa percaya dan saling menghargai antara mentor dengan trainee dapat membangun resonansi dan meningkatkan efektivitas program pembelajaran.
Manfaat mentoring untuk jangka panjang
Program mentoring tidak hanya memberikan berbagai manfaat bagi organisasi atau perusahaan, melainkan juga bagi karyawan itu sendiri. Berikut ini di antaranya:
1. Peningkatan retensi karyawan: Pembinaan dan pelatihan membuat karyawan merasa didukung dalam pengembangan karir, sehingga fokus dan perhatiannya dapat tercurah dengan maksimal untuk berkontribusi.
2. Terciptanya budaya kolaborasi dan berbagi wawasan: Bila diterapkan pada seluruh tim atau departemen, dapat membangun kultur yang saling bertukar ilmu serta teamwork yang kuat.
3. Terbentuknya pipeline leadership: Selain membangun wawasan dan keterampilan, mentorship dapat membentuk jiwa kepemimpinan, sehingga menciptakan leader terbaik di masa mendatang.
4. Peningkatan profitabilitas perusahaan: Dengan pengayaan kualitas sumber daya manusia, lebih dari 50% perusahaan telah melaporkan adanya dampak positif pada keuntungan mereka.
Bagaimana mentoring yang efektif?
Mentoring tidak hanya sekedar pembinaan. Ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan untuk memastikan hasilnya akan efektif dan maksimal. Berikut ini penjelasannya.
1. Tentukan tujuan program: jelas dan terukur
Pastikan program bisa terpantau melalui sejumlah metrik atau penilaian. Misalnya dengan goals karyawan dapat mengoperasikan SOP teknis, maka perlu dilakukan pembinaan dan uji praktek untuk bisa mendapatkan sertifikasi yang jelas dan legal.
2. Didukung pimpinan dan stakeholder
Dengan adanya dukungan dari BOD (Board of Director) dapat menjamin kelancaran dan keberlangsungan program. Misalnya untuk penyediaan fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan serta lingkungan pembelajaran yang mendukung.
3. Memastikan kesesuaian antara mentor dan mentee
Pastikan program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Baik dari sisi pembina serta materi pelatihan. Ini akan meningkatkan efektivitas dan harmonisasi dalam proses kerja.
4. Memanfaatkan teknologi
Gunakan teknologi yang ada untuk proses mentoring agar prosesnya berjalan lebih efisien. Misalnya dalam penyampaian materi, pemberian tugas hingga monitoring proses pembelajaran.
5. Lakukan evaluasi berkala
Evaluasi secara rutin untuk memastikan program telah berjalan secara efektif. Misalnya dengan sesi 1 on 1, uji kompetensi, mengukur pencapaian per kuartal atau mengidentifikasi area yang perlu perbaikan untuk penyesuaian strategi pembinaan ke depannya.
Implementasi yang tepat dapat menjadi katalisator transformasi yang berdampak hingga jangka panjang. Selain membantu perusahaan dalam mendorong budaya organisasi dan profit, juga memberikan dampak positif yang dapat dirasakan oleh karyawan itu sendiri.
BACA JUGA: Mentorship Adalah Hal Penting, Begini Penjelasan Co-Founder Ruangguru Kepada Arsjad
Jadikan mentorship sebagai salah satu instrumen powerful untuk mengembangkan kemampuan dan potensi karyawan. Dengan demikian, perusahaan telah membangun kultur yang sehat dan fondasi kuat untuk kesuksesan jangka panjang.














