Fenomena rat race seringkali tak terhindarkan dalam kehidupan masa kini. Pola hidup seperti tikus yang terus berlari di atas roda ini menggambarkan seseorang yang bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu, tetapi kondisinya tetap sama dan tak pernah berubah.

Metafora ini muncul setelah Perang Dunia II, sebagai bentuk kritik sosial terhadap konsumerisme dan gaya hidup yang mengejar kesuksesan material tiada henti. Di samping itu, pola hidup seperti ini terbentuk dari pola asuh dan kultur yang dialami.

Misalnya sejak kecil diprogram untuk sekolah yang bagus, memiliki karir cemerlang serta menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Hal ini membentuk mindset bahwa kesuksesan dilihat dari pencapaian materi.

Konsep hidup rat race dapat menjebak seseorang pada perbandingan sosial dan tekanan yang melelahkan. Berikut ini cara mengantisipasi dan menerapkan mindset sukses yang lebih sehat.

Apa itu siklus hidup rat race?

Pernah menyadari fase hidup yang di situ-situ saja padahal merasa sudah melakukan banyak hal? Barangkali kita sedang terjebak dengan rat race life cycle atau siklus hidup layaknya analogi seekor tikus yang terus berlari di atas roda.

Tikus tersebut terus berlari tak ada habisnya padahal hanya bergerak di situasi yang sama. Dalam kehidupan nyata siklus ini berhubungan dengan kondisi keuangan seseorang yang seolah terus berusaha memenuhi keinginannya, padahal secara finansial masih tergolong pas-pasan.

Jebakan utama yang sering terjadi adalah tekanan sosial karena membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini mendorong gaya hidup konsumtif yang tidak jarang membuat seseorang terlibat dengan utang atau pay later. Padahal sebenarnya orang tersebut hanya sedang membeli rasa aman dan nyaman yang semu, kemudian harus melunasi tagihan yang dimiliki dengan kondisi penghasilan yang masih sama.

Memahami efek samping: Menurunnya kualitas hidup

Setidaknya konsep hidup seperti ini dapat menyebabkan dua dampak besar dalam hidup. Yang pertama adalah dampak terhadap fisik dan mental, yang kedua adalah dampak sosial. Berikut ini penjabarannya.

1. Dampak terhadap fisik dan mental

Mindset kesuksesan dan pencapaian hanya sebatas materi atau bahkan terobsesi dengan hal tersebut hingga terlilit utang, akan mendorong seseorang untuk terus bekerja. Hal ini menyebabkan kelelahan kronis, gangguan tidur, stres dan kualitas kesehatan menurun.

2. Dampak sosial

Siklus yang tidak pernah puas dan kerap membandingkan diri dengan pencapaian orang lain juga dapat berdampak pada keseimbangan hidup seseorang. Seperti membatasi diri dalam pergaulan, produktivitas menurun, atau berkurangnya kualitas hubungan dengan orang terdekat.

Cara mengatasi siklus rat race dan memahami kesuksesan yang lebih bermakna

Perlu ada kesadaran bahwa pencapaian hidup dan kesuksesan dengan materi bukanlah segalanya. Dengan memperbaiki mindset dan menerapkan beberapa tips di bawah ini, dapat mengeluarkan kita dari siklus rat race dan mengembalikan kualitas hidup.

1. Perencanaan keuangan yang sehat dan efektif

Menerapkan anggaran keuangan dengan mencatat pemasukan, pengeluaran dan perencanaan keuangan yang baik adalah kunci mencapai kondisi finansial yang lebih sehat. Misalnya dengan metode 50/30/20, yakni 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk menabung dan investasi, dan 20% untuk kebutuhan pribadi.

2. Investasi dan passive income

Tidak ada salahnya mengembangkan sumber penghasilan dengan melakukan investasi dan bisnis sampingan. Misalnya berinvestasi lewat deposito dan saham atau menjalankan side hustle sebagai reseller, dropshipper maupun jasa lainnya.

3. Menyederhanakan gaya hidup

Bila perlu, navigasi gaya hidup lebih sederhana. Lakukan evaluasi dari pengeluaran dan pola konsumsi selama ini. Pahami mana kebutuhan dan mana keinginan, serta hindari melakukan utang konsumtif atau penggunaan kartu kredit.

4. Pengembangan diri dan meningkatkan literasi keuangan

Agar mindset kita lebih terarah, tingkatkan skill dan pengetahuan lewat pengembangan diri dan literasi keuangan. Misalnya mengikuti kursus yang menambah value sehingga dapat menghasilkan passive income, membangun jaringan profesional atau mengikuti workshop dan podcast tentang finansial.

BACA JUGA: Haus Validasi Artinya Butuh Pengakuan, Ini Tips untuk Membangun Self-Compassion

Dengan menerapkan beberapa hal di atas, kita dapat merintis habit finansial yang positif untuk jangka panjang. Serta memahami bahwa pencapaian dan kebahagiaan adalah tentang kualitas, sehingga mampu menciptakan hidup yang lebih seimbang.

You may also like

More in News