News

Visi Arsjad Rasjid Majukan Kadin Dinilai Jelas dan Terarah

Munculnya Arsjad Rasjid sebagai calon ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026, disambut antusias jajaran Kadin di berbagai daerah.

Sosok Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional itu, dinilai memiliki visi misi yang jelas dan terarah dalam memajukan Kadin ke depan. Selain itu, Arsjad juga dianggap mampu menginspirasi para pelaku usaha untuk bisa maju dan berkembang dalam menjalankan bisnis.

Hal tersebut diungkapkan Nawang Wijayati, srikandi Kadin dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Dia menyebut Arsjad Rasjid punya visi misi yang jelas untuk memajukan Kadin ke depan.

“Kami senang dengan semangat beliau untuk perubahan Kadin ke depan. Segala pemikiran-pemikiran beliau sangat menginspirasi dan kami optimis di bawah kepemimpinan beliau Kadin semakin mengokohkan posisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional dan daerah,” tutur Nawang yang menduduki posisi Ketua Komite Tetap Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Kadin Kalsel, seperti dikutip dari kalsel.antaranews.com, Selasa (4/5).

Sebagai kandidat ketua umum Kadin, Arsjad Rasjid didukung banyak pengurus Kadin di daerah termasuk Kalimantan Selatan. Ketua Kadin Kalimantan Selatan Edy Suryadi menyatakan, pengurus Kadin di Pulau Kalimantan secara bulat menjatuhkan pilihan kepada Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk itu untuk menakhodai Kadin lima tahun ke depan.

Ditegaskan Edy, pihaknya sudah memilih yang terbaik di antara yang terbaik. Sosok Arsjad Rasjid dinilai memiliki visi misi yang sangat terarah untuk kemajuan Kadin.

Arsjad Rasjid punya empat pilar dalam upaya
memulihkan ekonomi nasional jika dipercaya memimpin Kadin. Pilar pertama yaitu kesehatan. Menurutnya, Kadin harus mendorong seluruh asosiasi dari lintas sektor untuk lebih mengutamakan kesehatan. Pasalnya, kesehatan adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

Pilar kedua yaitu pengembangan ekonomi nasional dan daerah. Arsjad Rasjid ingin memastikan setiap pelaku usaha memiliki kesempatan dengan akses yang sama untuk memulai bisnis dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.

Kemudian pilar ketiga, pengembangan kewirausahaan dan kompetisi. Menurut dia, pelaku usaha harus melakukan akselerasi usaha berbasiskan data dan ekonomi digital. Hal itu bertujuan untuk menjawab tantangan digitalisasi yang hadir secara cepat di Indonesia.

Selanjutnya pilar keempat, mengembalikan amanat fungsi Kadin yaitu menjalankan fungsinya sebagai wadah komunikasi antara pengusaha dan pemerintah.

Musyawarah Nasional (Munas) Kadin VIII rencananya digelar di Bali pada pekan pertama Juni tahun ini. Ketua umum Kadin terpilih bakal menggantikan posisi Rosan Roeslani yang belum lama ini diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. (BUR)

You may also like