Salah satu faktor yang membuat pembangunan negara jadi terhambat adalah sikap apolitis. Padahal politik merupakan bagian yang sangat erat bagi bangsa yang menganut tatanan demokrasi di mana sistem pemerintahannya dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Secara tidak langsung, setiap orang harus membuat keputusan yang akan mempengaruhi kehidupannya dalam bernegara.

Di dalam kamus bahasa Indonesia, apolitis diartikan sebagai ketidaktertarikan kepada politik. Sebuah kekhawatiran yang tidak boleh dibiarkan karena tanpa politik, mustahil keberlangsungan negara akan berjalan dengan baik.

Jumlah suara Gen Z sangat menentukan demokrasi Indonesia

Aristoteles pernah berkata bahwa kebebasan merupakan prinsip demokrasi. Hanya melalui kebebasan, setiap warga bisa saling berbagi kekuasaan di dalam negaranya. Namun bebas bukan berarti mengambil sikap apolitis karena negara membutuhkan suara kita untuk menentukan pribadi-pribadi terbaik yang dianggap mampu untuk menjadi pemimpin negara.

Dikutip dari kompas.com, diperkirakan jumlah masyarakat yang akan mencoblos dalam Pemilu 2024 lebih dari 204 juta jiwa. Dari total jumlah pemilih tersebut, Gen Z dengan tahun kelahiran antara 1996 hingga 2012 memiliki jumlah yang sangat besar, yaitu 49,2 juta jiwa atau sekitar 24,1% dari total voters.

Kekhawatiran muncul ketika sebagian dari anak muda kita menganggap bahwa politik bukanlah sebuah daya tarik. Bisa dimaklumi, mengingat gaya hidup yang berbeda memberikan pandangan yang juga berbeda. Namun, tetap saja, apolitis sebaiknya tidak dipelihara dalam kehidupan berbangsa.

Arsjad Rasjid ajak anak muda untuk tidak apolitis

Menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang sudah di depan mata, Arsjad Rasjid mengajak anak muda untuk tidak bersikap apolitis. Dalam unggahan Instagram terbarunya, ia menyerukan kepedulian untuk berani mengambil keputusan agar bangsa ini mampu melangkah ke depan.

Selalu ada seruan tentang, ‘siapapun pemimpinnya, kita tetap kerja sendiri, bayar cicilan sendiri, capek sendiri.’ Tentu, itu adalah hal yang wajar mengingat kewajiban adalah tanggung jawab. Namun untuk bisa memenuhi tanggung jawab tersebut, tentu memerlukan sosok pemimpin yang mampu memberi jaminan agar Anda bisa melunasi kewajiban tersebut.

“Buat teman-teman anak muda yang sekarang baru lulus dan mau kerja, yang baru merintis UMKM, yang mau punya rumah. Kita harus sadar. Sadar bahwa regulasi, pajak, kebijakan tenaga kerja, sampai bunga KPR, semuanya ditentukan Pemerintah dan pasti mempengaruhi kehidupan kita,” kata Arsjad.

Dengan begitu, kita tidak boleh abai atau bersikap apolitis. Bagaimanapun, Anda harus terlibat dalam menentukan calon pemimpin terbaik bagi bangsa ini. Presiden yang tak hanya mampu melanjutkan pembangunan, tapi juga memberi kenyamanan kepada kehidupan kita semua.

“Karena itu, kita semua harus terlibat. Terlibat dalam menentukan arah kebijakan. Yang pasti adalah ikut partisipasi dalam Pemilu,” imbuh Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud tersebut.

Tokoh pengusaha nasional tersebut mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh merasakan kerugian dari sikap apolitis mereka. Jangan sampai kebijakan-kebijakan yang diambil justru menghancurkan impian Anda.

BACA JUGA: Arsjad Tekankan Peran Penting Suara Anak Muda dalam Pemilu 2024

Ingat bahwa masa muda hanya sementara. Akan hadir tanggung jawab yang lebih besar, seperti pekerjaan, keluarga, dan lain sebagainya yang harus dihadirkan dengan lebih baik. Untuk menciptakan suasana kehidupan yang baik, butuh kebijakan yang diambil oleh pemimpin-pemimpin yang juga baik.

“Jadi, peduli politik, yuk,” ajak Arsjad.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arsjad Rasjid (@arsjadrasjid)

You may also like

More in News