Kebutuhan akan digital detox semakin mendesak di tengah ketergantungan teknologi yang makin meningkat. Menurut data terkini, masyarakat Indonesia memiliki screen time tertinggi di dunia, yaitu hingga 6 jam sehari.

Tingginya angka screen time berbanding lurus dengan risiko akibat chronically online. Tak hanya bagi kesejahteraan mental, tetapi juga kondisi fisik. Sebab terlalu lama main gadget juga mendukung sedentary life yang membuat manusia kurang bergerak aktif.

Artikel ini akan membahas pentingnya digital detox bagi gaya hidup masa kini. Serta bagaimana langkah yang tepat untuk membangun kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak ketergantungan teknologi dan digital detox

Aktivitas masa kini hampir semuanya berhubungan dengan gadget. Contohnya penggunaan smartphone untuk komunikasi, pekerjaan, update informasi, mengisi waktu luang dan masih banyak lagi.

Integrasi digital dalam kehidupan sehari-hari semakin tak terelakkan, begitupula dengan dampak negatif yang mungkin timbul. Penelitian menunjukkan pengaruh paparan teknologi yang intens dapat mempengaruhi kualitas hidup, seperti kualitas tidur, memicu stres, mudah merasa FOMO (takut ketinggalan) dan depresi kecemasan, bahkan menurunkan tingkat empati.

Chronically online atau terus menerus terhubung dengan internet turut berkontribusi pda turunnya level attention span atau rentang perhatian. Menjadikan seseorang sulit fokus pada satu hal dalam waktu yang panjang, serta menurunkan daya ingat. Hal ini terjadi karena otak dibanjiri informasi dan konten media sosial yang pendek dan instan, sehingga mempengaruhi kemampuan berpikir secara mendalam.

Digital detox hadir sebagai sebuah pendekatan yang merespons maraknya keluhan burnout akibat terlalu banyak mengonsumsi konten digital secara kontinyu. Tujuannya adalah mengembalikan keseimbangan hidup dan menciptakan batasan yang sehat dalam penggunaan teknologi digital.

Langkah-langkah melakukan digital detox

Menerapkan digital detox bukan berarti meninggalkan sepenuhnya. Dengan batasan-batasan yang seimbang, terapi ini membantu kita mengonsumsi konten digital dalam porsi yang wajar.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendetoks hidup dari efek samping konten digital sehari-hari.

1. Berikan batasan secara bertahap

Tips menerapkan terapi mandiri yang efektif adalah melakukannya secara bertahap. Misalnya mengurangi screen time dari 6 jam ke 3 jam. Setelah dua minggu, turunkan menjadi 2 jam dan seterusnya hingga batas yang diharapkan.

Pembatasan bertahap melatih otak kita untuk membentuk kebiasaan baru tanpa perubahan yang drastis. Hal ini bertujuan untuk mencegah impulsivitas yang cenderung membuat kita kembali ke kebiasaan lama.

2. Zona bebas digital

Miliki ruang dan waktu di mana kita membebaskan diri dari aktivitas digital. Misalnya 1 jam sebelum tidur dan 2 jam setelah bangun. Isi waktu tersebut dengan kegiatan yang lebih mindful, seperti beribadah, membaca buku, menulis jurnal, olahraga atau refleksi personal.

Zona bebas digital ini juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan keluarga, teman, atau menjalankan aktivitas lain yang lebih bermakna.

3. Memperbaiki pola hidup dan mindset

Prioritaskan diri untuk memaintain kehidupan nyata yang kita jalani. Memahami urgensi informasi dan situasi di internet memang penting, tapi be present dan hadir sepenuhnya untuk merawat kehidupan pribadi bersama orang-orang terdekat adalah prioritas utama.

Kuatkan sendi-sendi kehidupan utama seperti menjaga kesehatan dengan istirahat cukup, makan bergizi dan olahraga teratur. Merawat dan memelihara hubungan dengan keluarga atau sahabat, serta membangun komunikasi yang berkualitas.

Selain itu, rencanakan masa depan yang berkelanjutan. Baca lebih banyak buku, pelajari keterampilan baru, asah empati dengan terlibat dalam kegiatan bermanfaat. Hal ini akan menciptakan hidup yang lebih produktif dan berdampak bagi diri sendiri maupun orang lain.

BACA JUGA: Dopamine Detox, Mengapa Tren Ini Begitu Populer di Kalangan Gen Z? Simak Penjelasan Arsjad

Digital detox menjadi upaya konstruktif untuk menanggulangi dampak dari chronically online. Bulan dengan meninggalkan sepenuhnya, melainkan dengan menciptakan batasan yang sehat sehingga teknologi dan kehidupan nyata dapat berjalan berdampingan dan saling mengisi.

You may also like

More in News