Berinovasi adalah mindset penting yang harus dimiliki sebuah usaha. Tanpa dorongan tersebut, sebuah bisnis akan sulit bersaing dan bergerak maju di masa mendatang.
Dalam era disrupsi bisnis seperti sekarang, misalnya. Digitalisasi dengan cepat mengubah pola pasar dan konsumen. Dengan inovasi, sebuah bisnis dapat dengan cepat beradaptasi dan menciptakan solusi baru untuk menjaga keberlangsungan perusahaan.
Berinovasi adalah tantangan untuk memberikan nilai tambah bagi produk dan konsumen. Namun bagaimana cara melakukannya? Simak strategi jitu dari Arsjad Rasjid di bawah ini.
Daftar Isi
Berinovasi adalah cara menghadapi perubahan
Memanfaatkan teknologi sebagai pendorong inovasi
Kolaborasi sebagai kunci inovasi
Strategi implementasi inovasi dalam bisnis
1. Perencanaan yang matang dan sistematis
2. Alokasi sumber daya yang tepat
3. Pengembangan kemampuan tim
4. Sistem monitoring dan evaluasi yang efektif
5. Manajemen risiko yang baik
Berinovasi adalah cara menghadapi perubahan
Sebagai sosok yang memiliki pengalaman dalam dunia bisnis dan organisasi, Arsjad Rasjid selalu menekankan pentingnya mindset agility dalam menghadapi perubahan. Menjadi agile di tengah dinamika industri artinya kita berupaya untuk selalu adaptif, inovatif dan memiliki resiliensi.
Inovasi bukan sekedar menghadirkan produk dan layanan baru, melainkan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang baru dan merespon dengan efektif dan cepat sambil mengambil calculated risk untuk pengembangan usaha.
Di samping itu, inovasi semestinya tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, melainkan dapat berdampak secara sosial. Ada aspek keberlanjutan dan tanggung jawab sosial pada inovasi yang dikembangkan oleh perusahaan.
Dengan memiliki value akan hal tersebut, kita telah menerapkan budaya inovasi yang sehat, menciptakan nilai tambah dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen maupun stakeholder.
Memanfaatkan teknologi sebagai pendorong inovasi
Di tengah kemajuan teknologi dan integrasi AI saat ini, dapat menjadi tantangan sekaligus peluang untuk berinovasi menurut Arsjad Rasjid. Hal ini mendorong pelaku usaha untuk melakukan transformasi digital dan mengadopsi penggunaan teknologi dalam proses bisnis.
Sebagai contoh, menggunakan AI dan Big Data dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap konsumen. Dengan demikian dapat menyelesaikan komplain dengan lebih solutif dan cepat, menawarkan produk dan layanan yang lebih relevan dan memberikan customer experience yang lebih baik
Upaya ini tidak hanya meningkatkan kepuasan konsumen, tetapi juga menjadi fondasi resiliensi dan kesuksesan untuk jangka panjang.
Kolaborasi sebagai kunci inovasi
Inovasi tidak hanya datang dari satu sisi, melainkan perlu adanya kolaborasi yang efektif. Penting untuk membangun ekosistem yang mendukung aspirasi ide baru, serta kerjasama dengan berbagai pihak.
Bentuk kerjasama yang dilakukan dapat bervariasi, seperti dengan lembaga penelitian, KOL influencer atau bahkan dengan kompetitor. Kolaborasi tidak hanya menciptakan solusi yang komprehensif, tetapi juga mendukung inovasi yang berkelanjutan.
Strategi implementasi inovasi dalam bisnis
Untuk dapat menghasilkan inovasi sebagai terobosan baru dan solusi yang efektif, diperlukan implementasi strategi yang efektif. Berikut ini di antaranya.
1. Perencanaan yang matang dan sistematis
Pastikan untuk mengidentifikasi dengan tepat permasalahan atau peluang inovasi yang dilakukan. Buat rancangan timeline periode inovasi, seperti perencanaan, riset, desain, implementasi, uji coba hingga produk atau layanan diterapkan ke pasar.
2. Alokasi sumber daya yang tepat
Penuhi fasilitas inovasi secara tepat seperti anggaran, sarana dan prasarana, tenaga ahli serta waktu untuk melakukan proses inovasi.
3. Pengembangan kemampuan tim
Selain proses inovasi, bekali tim dengan pengembangan wawasan mengenai kondisi terkini, permasalahan yang dihadapi dan skill set yang relevan. Misalnya dengan workshop atau turlap atau mentorship.
4. Sistem monitoring dan evaluasi yang efektif
Pastikan semua proses inovasi yang terjadi melalui pemantauan dan evaluasi yang terukur. Dengan demikian, inovasi tidak hanya menjadi proses sekali jadi, tetapi juga melalui perbaikan dan pemutakhiran secara berkala.
5. Manajemen risiko yang baik
Manajemen risiko menjadi bentuk antisipasi atas permasalahan yang mungkin terjadi, serta tanggung jawab pelaku bisnis atas inovasi yang dibuat. Dengan demikian memastikan terobosan yang dilakukan tidak akan berdampak negatif pada manusia maupun lingkungan.
Dengan implementasi strategi di atas, inovasi sebuah bisnis dapat menjadi motor penggerak yang menjaga usaha kita tetap bertahan dan membuat kemajuan. Arsjad Rasjid selalu mengingatkan pentingnya inovasi dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan baik bagi stakeholder, pelaku usaha maupun user dan konsumen.
BACA JUGA: Tantangan Dunia Usaha: Pentingnya Inovasi dan Agility Ini Tips Arsjad Rasjid
Mari menciptakan ruang aman bagi hadirnya ide-ide, kolaborasi dan kreatif mengadopsi teknologi, guna menghadirkan budaya inovasi yang baik untuk jangka panjang.














