Banyak alasan mengapa orang ingin liburan di Jepang. Salah satunya adalah menemukan sesuatu yang unik yang tidak ada di Indonesia, atau bahkan dunia. Tak bisa dipungkiri, kombinasi kepintaran, etos kerja, dan keinginan untuk selalu praktis berhasil membuahkan hal-hal baru yang mengundang decak kagum.

Dalam hal teknologi, Jepang memang menjadi panutan. Negara yang terkenal dengan Gunung Fuji-nya ini menjadikan teknologi untuk mempermudah kebutuhan sehari-hari. Jadi, siap-siaplah menemukan banyak kejutan ketika suatu saat Anda liburan di Jepang dan menjumpai berbagai keunikan tersebut.

Salah satu yang sukses terkagum-kagum dengan kemajuan Jepang adalah Arsjad Rasjid. Dalam rangka kunjungannya sebagai bagian dari roadshow ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) di Jepang, serta untuk merayakan 50 tahun hubungan Jepang dan ASEAN, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah tersebut (MES) tersebut tak melewatkan kesempatan baik untuk menemukan berbagai keunikan di Negeri Sakura tersebut. Tak lupa, Arsjad juga membagikan hal-hal unik tersebut di media sosial Instagram miliknya.

Apa saja beragam keunikan yang Arsjad Rasjid temukan di Jepang?

Penggunaan QR Code untuk berbagai kebutuhan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arsjad Rasjid (@arsjadrasjid)

Di satu video unggahannya, Arsjad Rasjid tampak terlihat asyik berlutut dan berhadapan dengan bangku. Usut punya usut, ternyata ia sedang fokus mengisi data kedatangannya di Jepang saat melakukan lanjutan roadshow ASEAN-BAC. Dengan memegang smartphone, Arsjad tampak tekun melakukan scanning QR Code.

“Ini pas lagi fokus isi data mau masuk Jepang dengan scan QR code lewat HP. Mudah dan praktis tanpa repot.,” ujarnya.

QR Code sendiri merupakan salah satu ‘keajaiban’ dunia buatan Jepang. Di tahun 1994, QR Code diciptakan oleh sebuah perusahaan bernama Denso Wave, yang merupakan anak perusahaan Toyota. Kode digital tersebut dibuat untuk melacak komponen otomotif secara efektif, pada kecepatan tinggi dan bisa dibaca hanya dengan menggunakan kamera saja.

Hingga sekarang QR Code terus berkembang, digunakan untuk berbagai hal dan memudahkan kebutuhan manusia. Mulai dari mengisi data kedatangan, seperti yang dilakukan oleh Arsjad Rasjid, hingga sebagai instrumen pembayaran yang saat ini kita kenal dengan nama QRIS.

Lebih dari itu, saat ini ASEAN-BAC juga mendorong penggunaan QR Code untuk menghadirkan transformasi digital dan inklusi keuangan di ASEAN. Dengan kemudahan tersebut, diharapkan akan tercipta iklim usaha yang lebih mudah dan maju, terutama bagi para pelaku UMKM ASEAN yang merupakan tulang punggung ekonomi regional.

Ke Shibuya naik MRT

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arsjad Rasjid (@arsjadrasjid)

Liburan di Jepang terasa kurang kalau belum mengunjungi Shibuya. Satu daerah khusus di tengah-tengah kota Tokyo, sekaligus sebagai pusat dari kehidupan metropolis dengan gedung-gedung pusat perekonomian yang tinggi menjulang.

Sebelum memulai rangkaian agenda roadshow ASEAN-BAC, Arsjad Rasjid mencoba merasakan sensasi jalan-jalan ke Shibuya ala masyarakat Jepang, yaitu dengan menggunakan moda transportasi MRT. Sampai di tujuan, Arsjad jalan kaki berkeliling kawasan tersebut. Nampak dirinya kagum dengan suasana Shibuya sambil sesekali menunjukkan jari ke gedung-gedung tinggi.

Satpam Robot

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arsjad Rasjid (@arsjadrasjid)

Kalau Satpam Indonesia berbaju cokelat, di Jepang Satpamnya berseragam putih. Yang menarik dan bikin Arsjad Rasjid terheran-heran, Satpam tersebut adalah robot. Arsjad menemukan satu Satpam sedang berkeliling untuk melakukan patroli dan menjaga keamanan. Arsjad terlihat kegirangan melihat tenaga keamanan yang begitu canggih di Jepang.

“Bayangin di Jepang, khususnya area perkantoran, sebagian tenaga security telah digantikan oleh robot,” tulis Arsjad di caption video tersebut.

Hanya saja, saat ini ada satu kekurangan yang membuat Satpam tenaga manusia lebih baik ketimbang Satpam Robot, yaitu keramahtamahan. Menurut Arsjad, hospitality tersebut merupakan hal yang manusiawi dan tidak bisa digantikan dengan teknologi.

Dikutip dari berbagai sumber, robot sebagai Satuan Pengamanan ini memang sudah ada sejak lama di Jepang. Salah satunya adalah Robot Nuvo yang bikin ramai dunia di tahun 2005 silam. Robot buatan ZMP Inc. tersebut dirakit untuk bisa melakukan berbagai pekerjaan manusia, dari rumah tangga hingga menjaga keamanan.

Selain menikmati keindahan dan keunikan pariwisatanya, Arsjad Rasjid juga mengemban misi penting bagi kemajuan Asia Tenggara. Jepang sendiri merupakan salah satu dari negara mitra dialog pertama ASEAN sekaligus mitra dagang terbesar ke-4 sehingga menjadi ‘faktor penting’ dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Sangat penting untuk mengajak Jepang dalam menjajaki berbagai peluang kemitraan.

BACA JUGA: People Watching, Kegemaran Unik Seorang Arsjad Rasjid

Dengan memperkuat hubungan tersebut, kita harapkan agar ASEAN bisa ‘tertular’ kemajuan dan keunikan yang ada di Jepang. Siapa tahu, dalam beberapa tahun ke depan sudah ada Satpam Robot berkeliling mengamankan lingkungan sekitar kita.

You may also like

More in Inspirasi