Bagaimana cara mengatasi burnout? Kondisi lelah secara emosional dan fisik ini seringkali terjadi di dunia kerja modern.
Tuntutan pekerjaan dan perubahan yang sangat cepat dapat memicu peningkatan stres. Bila tidak diimbangi dengan istirahat dan aktivitas non pekerjaan lainnya, hal ini memicu burnout dan menurunkan semangat bekerja.
Beberapa tanda seseorang mengalami burnout antara lain penurunan produktivitas dan hilangnya antusiasme, tumbuh perasaan sinis dan negatif, sulit fokus atau mengambil keputusan serta gejala fisik seperti susah tidur, sakit kepala hingga gangguan pola makan.
Ada beberapa cara mengatasi burnout yang dapat mengembalikan kondisi agar kembali prima dan semangat bekerja. Yuk, kembali produktif dengan beberapa tips ini.
Daftar Isi
Cara mengatasi burnout paling utama: Istirahat
Mengatur prioritas dan batasan
Menjaga kondisi fisik
Membangun dukungan sosial
Refleksi value dari pekerjaan yang dilakukan
Cara mengatasi burnout paling utama: Istirahat
Burnout adalah salah satu kelelahan kronis yang dapat mempengaruhi fisik, pikiran dan perasaan. Istirahat sederhana seperti tidur atau mengambil cuti, dapat membantu mengatasi kondisi tersebut.
Tidur seringkali terkesan seperti tidak produktif, padahal dapat menunjang pemulihan fisik dan mood. Di antaranya mengistirahatkan organ, membuat otot lebih rileks dan mengembalikan suasana hati pada kondisi yang prima.
Pastikan kita dapat tidur teratur dan berkualitas setidaknya 6-8 jam dalam sehari untuk membantu tubuh beristirahat dengan baik. Selain tidur, kita juga dapat menerapkan beberapa teknik berikut:
- Relaksasi: Lakukan meditasi atau deep breathing untuk mencegah gejolak emosi, mengatur heart rate dan menstabilkan perasaan gelisah atau cemas.
- Cuti liburan atau me time: Beri jeda diri dari pekerjaan dengan menikmati weekend untuk me time atau mengambil cuti untuk liburan. Ini dapat menjadi distraksi positif yang menambah value diri dan memperbaiki mood.
Mengatur prioritas dan batasan
Bekerja itu penting, tetapi buat skala prioritas dan batasan. Urusan pekerjaan sebaiknya fokus dilakukan pada jam kerja. Evaluasi load kerja tersebut agar tidak terlalu membebani sehingga berdampak pada aspek kehidupan lain seperti waktu dengan keluarga atau kesehatan.
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Menetapkan waktu kerja dan waktu personal
- Atur waktu dan berusaha menyelesaikan task sesuai timeline
- Meminta bantuan, berbagi task atau mendelegasikan tugas bila memungkinkan
Dengan strategi kerja yang efektif, kita dapat menerapkan batasan yang jelas antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Menjaga kondisi fisik
Selain beristirahat dan tidur, menjaga kondisi fisik adalah kunci utama. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja lebih berkualitas. Beberapa cara menjaga kondisi fisik antara lain sebagai berikut.
- Olahraga teratur, setidaknya 150 menit dalam seminggu
- Konsumsi asupan real food yang bergizi dan seimbang
- Batasi konsumsi kafein
- Mendapat paparan sinar matahari pagi secara rutin
- Beraktivitas di alam untuk keseimbangan jiwa dan raga
Membangun dukungan sosial
Kejenuhan kerja adalah hal yang umum terjadi. Jalin support system dengan rekan kerja, komunitas atau keluarga. Lakukan sharing atau diskusi terkait kendala dan hambatan dalam pekerjaan untuk mendapatkan insight atau masukan berharga.
Untuk permasalahan yang lebih mendalam atau membutuhkan penanganan khusus, seperti kondisi burnout atau gangguan yang mempengaruhi kinerja, pertimbangkan sesi konsultasi dengan profesional untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.
Refleksi value dari pekerjaan yang dilakukan
Agar pekerjaan tidak dipandang sebagai beban, lakukan refleksi dan evaluasi atas apa yang sudah dilakukan selama ini. Beberapa aspek yang dapat dievaluasi antara lain sebagai berikut.
- Mengidentifikasi aspek positif dari pekerjaan: Apakah ada nilai tambah yang diperoleh selain pengalaman kerja dan gaji? Misalnya jenjang karir, pembekalan atau dukungan dari atasan.
- Menetapkan tujuan yang realistis: Buat rencana dalam 1-5 tahun mendatang dari karir yang sekarang. Baik itu berpindah tempat kerja atau berada di tempat yang sama, lakukan perencanaan dan backup plan agar karir lebih terarah.
- Fokus pada progress, bukan hasil dan kesempurnaan: Evaluasi masa kerja selama ini dan sejauh mana diri kita telah mengupayakan untuk survive. Skill apa saja yang bertambah, pengalaman baru apa yang membuat kita lebih baik dari versi sebelumnya.
- Temukan makna dari pekerjaan selama ini: Setiap posisi dan pekerjaan adalah unik dan memiliki peran penting. Meski demikian, temukan makna dari apa yang kita lakukan bagi diri kita serta orang-orang di sekitar.
Burnout merupakan sinyal kebutuhan akan perbaikan. Baik dalam bentuk istirahat atau pengelolaan diri yang lebih menyeluruh secara jiwa dan raga.
BACA JUGA: Tentang Cara Mengatasi Stress Begini Tips dari Arsjad Rasjid
Untuk memulihkan kondisi ini, diperlukan konsistensi dan ketelatenan menempatkan urusan sesuai dengan porsinya. Miliki kesadaran saat tanda-tanda burnout mulai muncul, sehingga kita dapat mengatasinya sedini mungkin.














