News

Arsjad Rasjid Ajak Investor Kembangkan Potensi Aspal Buton

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid, mengajak pengusaha dan investor untuk mendukung pengembangan potensi aspal Buton, Sulawesi Tenggara. Melalui dukungan investasi, Arsjad berharap pemanfaatan aspal Buton dapat semakin ditingkatkan, mulai dari aspek hulu hingga hilir.

Menurut Arsjad yang juga calon ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 ini, potensi aspal Buton sangat besar. Ke depan, melalui pengembangan industri aspal di Buton, ia optimistis produksi aspal di Bumi Anoa bisa ditingkatkan secara maksimal.

“Melalui sinergi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan pengusaha dan investor, saya optimistis potensi aspal Buton bisa dikembangkan secara optimal. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kami juga mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Aspal Buton,” ujar Arsjad Rasjid, yang juga Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk.

Kualitas aspal Buton tak kalah dengan kualitas aspal yang selama ini diimpor oleh Indonesia. Saban tahun, Indonesia masih harus mengimpor 1,3-1,4 juta ton aspal, yang menguras cadangan devisa hingga Rp 40-46 triliun per tahunnya.

Diungkapkan Arsjad, Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin yang akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, akhir Juni 2021 mendatang, bisa dijadikan sebagai tonggak dan momentum bersama untuk mengangkat potensi aspal Buton.

Ajakan untuk mengembangkan potensi aspal Buton juga diungkapkan Ketua Kadin Sulawesi Tenggara Anton Timbang. Banyak dihadiri para pengusaha besar di Indonesia, Anton berharap Munas Kadin di Kendari, mampu menarik minat investasi untuk mengembangkan aspal Buton.

Diungkapkan Anton, aspal alam di dunia hanya ada di Buton, Indonesia dan di Trinidad. Ada pun aspal di negara lain adalah aspal minyak.

“Cadangan aspal di Trinidad diperkirakan akan habis dalam waktu 20 tahun, sedangkan cadangan aspal Buton butuh waktu 360 tahun baru bisa habis, dengan perkiraan produksi 1 juta per tahun,” katanya.

Kadin Sulawesi Tenggara juga berharap Keputusan Presiden tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Aspal Buton bisa diterbitkan bersamaan dengan pelaksanaan Munas Kadin Indonesia di Kendari, 30 Juni 2021.

“Munas Kadin yang akan digelar pada 30 Juni 2021 diharapkan menjadi momentum untuk peluncuran KEK,” kata Anton.

Dikutip dari Antara, selain kaya akan aspal alam, Sulawesi Tenggara juga memiliki potensi nikel sangat besar, yang tersebar di 11 dari 17 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Buton, Buton Utara, dan Buton Selatan.

Selain itu, Sulawesi Tenggara juga memiliki emas, minyak dan gas bumi (migas). Selain emas yang terdapat di Kabupaten Bombana, provinsi ini memiliki enam wilayah kerja migas yaitu Blok Buton 1, Blok Buton 2, Blok Buton 3, Blok Kolaka Bombana, Blok Kolaka Lasusua, dan Blok Kabaena/Bone).

Itu masih belum termasuk potensi mangan, kromit, marmer, batu gamping dolomit (kapur pertanian), batu gamping, tanah liat, pasir kuarsa, pasir besi, dan magnetit.

Selain bidang energi dan sumber daya mineral, provinsi berjuluk Bumi Anoa juga memiliki potensi sumber daya alam lain di bidang perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata dan kehutanan, yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan. (ANA)

You may also like