Bismillahi rahmanirahiim.

Yang saya hormati, Bapak Muhammad Lutfi selaku Menteri Perdagangan.

Yang saya hormati, Bapak Sakti Wahyu Trenggono selaku Menteri Kelautan dan Perikanan.

Yang saya hormati, Bapak Bahlil Lahadalia selaku Kepala BKPM.

Yang saya hormati, Bapak M.S. Hidayat selaku Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia.

Yang saya hormati, Bapak Sharif Cicip Sutarjo selaku Ketua Dewan Penasehat KADIN Indonesia.

Yang saya hormati, Bapak Suryo Bambang Sulisto selaku Ketua Dewan Kehormatan KADIN Indonesia.

Yang saya hormati, Bapak Abdul Latief selaku Ketua Dewan Pakar KADIN Indonesia.

Yang saya hormati segenap Dewan Pertimbangan, Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar KADIN Indonesia.

Yang saya hormati dan saya banggakan, sahabat saya Bapak Rosan Roeslani selaku Ketua Umum KADIN Indonesia, beserta seluruh jajaran Anggota Dewan Pengurus KADIN Indonesia.

Seluruh Ketua Umum KADIN Provinsi beserta jajaran Pengurus KADIN Provinsi seluruh Indonesia.

Seluruh Ketua Umum Asosiasi, para senior, abang-abang, sahabat, Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian, yang mengikuti baik di tempat maupun melalui channel online.

 

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Salam sehat, salam solidaritas, salam KITA. KADIN Indonesia Terbuka dan Adaptif.

Senang sekali saya dapat berdiri di sini, di hadapan Ibu dan Bapak sekalian.

Pertama-tama, saya ingin sampaikan bahwa niat saya untuk ikut pemilihan ini sebagai bentuk ikhtiar saya untuk berkontribusi terhadap KADIN Indonesia karena saya melihat KADIN sebagai rumah kita bersama.

Tahun lalu, pada ulang tahun saya yang ke 50 tahun, saya diberikan sebuah buku yang berjudul “Half-time”. Buku tersebut membahas bagaimana ada babak pertengahan di hidup manusia, dimana seseorang mendapat kesempatan untuk mengevaluasi diri, dan mencapai sesuatu yang lain dari babak sebelumnya. Sepanjang tahun 2020, saya terus berdoa dan berpikir demi mendapatkan jawaban “apa babak kedua saya”.

Lalu kemudian, Pada bulan Desember tahun 2020 lalu, saya sempat terpapar Covid-19. Setelah sembuh dari Covid-19, saya belajar bahwa salah satu dampak COVID terhadap tubuh adalah pengentalan darah. Pada bulan Januari tahun 2021 lalu, saya menemukan tiga blockage pada jantung saya. Alhamdullilah, blockage tersebut ditemukan pada waktu dini, dan akhirnya saya dioperasi dan dipasang ring.

Pengalaman-pengalaman tersebut mengubah pandangan saya terhadap semua yang saya ingin lakukan. Alhamdullilah, dengan pulihnya kesehatan saya, saya telah mendapatkan kesempatan kedua untuk berbuat lebih di hidup yang singkat ini.

Memang belum lama saya berniat untuk mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum KADIN Indonesia, tetapi saya percaya kesempatan ini adalah personal calling bagi diri saya untuk berbakti dan mengabdi kepada Ibu Pertiwi. Disaat yang hampir bersamaan, entah mengapa, banyak sekali dorongan dari para senior KADIN, baik di KADIN Indonesia maupun di KADIN Daerah dan asosiasi, untuk dapat memimpin KADIN Indonesia

Saya melihat kalau masih banyak saudara-saudara kita yang sulit untuk berbisnis karena kurangnya bimbingan dan kesempatan yang mereka miliki. Saya sendiri tahu betul sulitnya merintis usaha dari bawah, karena kesuksesan Indika tidak terjadi tanpa momen tangis dan tumpah darah. Saya ingin dengan pengalaman yang saya dapatkan dari bertahun-tahun merintis, dan juga keikut sertaan abang-abang, sahabat, Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian untuk berkolaborasi, dapat membuat lingkungan KADIN yang lebih inklusif lagi.

Kita juga harus bersama membantu pemerintah melalui kolaborasi. Pemerintah Pak Jokowi telah secara konsisten berusaha menciptakan sarana prasarana dan iklim yang baik untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Sarana dan prasarana yang dimaksud mulai dari pembangunan infrastruktur fisik yang massif, infrastruktur peraturan seperti UU Cipta Kerja, sampai dengan infrastuktur digital berupa akses internet ke seluruh penjuru negeri untuk menyongsong ekonomi digital.

Kalau ibarat perusahaan, KADIN Provinsi dan asosiasi adalah para pemegang saham. Jadi saya akan merangkul, mendengarkan setiap aspirasi pemegang saham, sehingga ke depannya KADIN Indonesia harus menjadi lebih baik.

Belakangan ini saya banyak berkomunikasi untuk mendengarkan suara dari Ibu Bapak sekalian, tentu daerah yang mengetahui dengan jelas apa permasalahan yang dihadapi. Begitu pula teman-teman asosiasi yang saya cintai, yang mengerti dengan spesifik industrinya. Jadi komunikasi ini saya coba bangun untuk menyusun visi dan misi saya dalam membangun KADIN Indonesia ke depan.

 

Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian,

Tak bisa kita pungkiri, pandemi Covid-19 sungguh berdampak kepada perekonomian nasional, termasuk dunia usaha. Seluruh industri merasakan dampak dari pandemi yang unprecedented, tidak pernah kita alami sebelumnya.

Oleh karena itu, kita harus fokus, baik terkait industri yang terkena dampak dan potensial untuk dikembangkan, cakupan skala usaha mikro, kecil, menengah dan besar, juga secara geografis kita perlu dorong pemerataan stimulus ekonomi ataupun pengembangan program hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Untuk itu, dengan kerendahan hati, izinkan saya untuk memaparkan visi dan misi saya, Insya Allah apabila terpilih sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia, yang akan saya sampaikan saat ini.

Visi saya adalah membangun KADIN baru yang inklusif dan kolaboratif. Baru karena kita memasuki norma baru, dunia baru, realitas baru, KADIN baru. Saya ingin membangun KADIN sebagai rumah kita bersama. Bukan rumah saya, bukan rumah kelompok tertentu, melainkan rumah kita. Rumah kita untuk tumbuh secara inklusif, artinya kita perlu rangkul setiap pengusaha, baik yang skalanya besar ataupun kecil dan mikro, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dari jenis usaha dan industri yang berbeda-beda, untuk berkumpul di dalam rumah kita.

Kemudian rumah kita untuk bisa berkolaborasi, kita bekerja sama dan bergotong-royong, dengan memperkuat peran swasta sebagai tulang punggung untuk memulihkan kesehatan dan membangkitkan perekonomian nasional. Tanpa peran aktif swasta, perekonomian akan rentan atau rapuh

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka saya membagi misi saya menjadi empat pilar.

Pertama, kesehatan sebagai tulang punggung perekonomian. Kedua, pengembangan ekonomi nasional dan daerah. Ketiga, pengembangan kewirausahaan dan kompetensi. Dan terakhir, memperkuat internal organisasi dan memperkuat regulasi.

Saya akan menjelaskannya satu per satu.

 

Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian,

Pilar pertama adalah terkait kesehatan. Saya percaya bahwa kita semua harus sehat dulu. Kita harus fokus untuk pulihkan kesehatan dari pandemi, untuk kemudian secara bertahap kita bisa bangkitkan ekonomi.

Saya pribadi sangat mengapresiasi upaya kuat dan pengambilan kebijakan yang efektif oleh Pemerintah, termasuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, serta KADIN sendiri terkait penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Saat ini perekonomian nasional berada pada kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu ketika pandemi mulai terjadi. Indonesia, sekali lagi, terbukti lebih resilient.

Bahkan spesifik mengenai program vaksinasi Covid-19, sebagai negara yang belum memproduksi vaksin secara mandiri, Indonesia terbukti unggul dari beberapa negara-negara maju sekalipun. Akselerasi proses pengadaan vaksin merupakan buah dari perencanaan dan eksekusi yang jitu.

Akan tetapi saya percaya, tugas besar masih di depan mata kita bersama. Pendistribusian dan perluasan akses terhadap vaksin hingga ke pelosok tanah air merupakan pekerjaan rumah yang besar dan kompleks. KADIN Indonesia harus merapatkan barisan untuk mendukung program vaksinasi Pemerintah maupun vaksinasi gotong-royong yang diselenggarakan secara mandiri oleh perusahaan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat saya, Bapak Rosan Roeslani, dan juga seluruh pengurus KADIN Indonesia untuk memulai proses pengadaan vaksinasi. Saya mengapresiasi, dan saya akan teruskan inisiatif yang sangat baik ini.

Pandemi Covid-19 membuka mata kita atas lemahnya sistem kesehatan di seluruh dunia, tidak ada satu negara pun di dunia yang memiliki kesiapan menghadapinya. Supply­ atas fasilitas kesehatan tidak bisa memenuhi demand yang tinggi, bahkan sebelum pandemi.

Tidak hanya kualitas dan kuantitas fasilitas kesehatan, tantangan lainnya adalah masih belum mandirinya industri farmasi dan alat kesehatan nasional. Kita berharap industri kesehatan kita dapat ditingkatkan competitiveness-nya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Walau tantangan di sektor kesehatan nasional ini sangat besar, namun ini membuka peluang untuk memperbaiki dan mereformasi industri strategis ini ke depannya. Industri kesehatan sendiri memiliki potensi besar untuk lebih berkontribusi terhadap perekonomian nasional

Kita akan mendorong KADIN Indonesia untuk menjadi partner utama pemerintah dalam transformasi sektor kesehatan terutama penanganan Covid-19, dengan fokus pada implementasi vaksinasi gotong-royong.

KADIN juga perlu memperkuat infrastruktur kesehatan nasional yang promotif dan preventif, dan meningkatkan jumlah dan kualitas SDM kesehatan sampai ke tingkat desa. Selain itu, kita juga perlu mendorong deregulasi sektor kesehatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan ke taraf internasional.

 

Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian,

Pilar kedua adalah pengembangan ekonomi nasional dan daerah. Dari komunikasi intens yang saya bangun dengan para senior di daerah dan para ketua umum asosiasi, saya mendengar aspirasi untuk membangun industri yang terdampak pandemi namun sangat potensial untuk dikembangkan, juga pengembangan ekonomi secara lebih merata di daerah. Saya juga mendengar banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha di lapangan, termasuk persoalan perizinan hingga implementasi regulasi.

Misi saya untuk mengembangkan perekonomian nasional dan daerah adalah dengan mempromosikan industri kreatif dan destinasi pariwisata baru yang potensial. Seperti kita ketahui, industri pariwisata maupun turunannya seperti akomodasi dan transportasi sangat merasakan dampak dari pandemi. Industri ini juga sangat luas value chain-nya dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Kemudian, saya juga akan mengedepankan pengembangan inclusive economy di mana pelaku usaha yang skalanya kecil bisa di-engage dan diperluas aksesnya. Untuk itu konteks Industry 4.0 menjadi sangat relevan dan berpotensi untuk melahirkan banyak wirausahawan baru.

Kita juga perlu mendorong pengembangan usaha yang bernilai tambah dan berorientasi ekspor. Selama ini ekspor nasional masih didominasi oleh produk-produk komoditas. Kita perlu lebih memperhatikan aspek penambahan nilai dan keberlanjutan dari komoditas tersebut.

 

Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian,

Berikutnya adalah bagaimana kita bisa mendorong implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai sentra pertumbuhan baru. Kita perlu mengembangkan pendekatan industri dan jasa untuk mengoptimalkan KEK yang sudah berjalan.

Kita juga perlu mengakselerasi pengembangan hard and soft infrastructure dan industri logistik nasional untuk mendorong ekonomi yang lebih efisien dan merata. Infrastruktur dan logistik memang saling terkait erat. Biaya logistik menjadi mahal karena infrastruktur yang belum baik. Kita perlu mendukung kebijakan Pemerintah terkait national logistics ecosystems (NLE).

Kemudian kita perlu mendorong investasi di usaha strategis yang berkelanjutan, termasuk pertanian, kehutanan dan kelautan. Konteksnya adalah ketahanan pangan nasional atau food security.

Yang terakhir dalam pilar ini adalah bagaimana KADIN dapat mengakselerasi pengembangan sektor energi terbarukan. Seperti kita ketahui bersama, Indonesia masih sangat bergantung pada sumber daya fosil seperti migas dan batubara untuk memenuhi kebutuhan energinya. Namun, menurut saya KADIN dapat mengambil peran untuk mendorong proses energy transition yang niscaya akan terjadi.

 

Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian,

Pilar ketiga adalah pengembangan kewirausahaan dan kompetensi. Seperti yang kita ketahui bersama kewirausahaan memegang peranan yang penting di dalam perekonomian kita, khususnya UMKM yang telah berulang kali membuktikan resilience-nya ketika terjadi krisis ekonomi.

Saya melihat KADIN dapat memainkan peran yang strategis dalam menjadi katalisator bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM serta pengembangan kompetensinya. Hal ini bisa kita capai antara lain dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, pengalaman dan melakukan program mentoring kepada UMKM dan pengusaha muda. Tema penciptaan pengusaha muda ini merupakan tema yang berulang-ulang menjadi perhatian sahabat saya yang saya cintai, Bapak Bahlil Lahadalia, ketika duduk diposisi Ketua Umum HIPMI. Tidak hanya itu, kita perlu juga mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas pengusaha kita melalui program vocational training.

Di era digital seperti saat ini, kita perlu mengakselerasi ekosistem usaha yang berbasiskan data dan ekonomi digital. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kita berusaha dan berinteraksi dengan konsumen kita sehingga kita perlu beradaptasi untuk menjadi tetap relevan. Collaboration is better than competition.

Kita juga perlu untuk terus mengembangkan kewirausahaan sosial dengan menerapkan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan untuk memberikan dampak positif pada masyarakat, khususnya masyarakat kelas ekonomi bawah dan yang terpinggirkan.

Terakhir, saya juga melihat bagaimana KADIN bisa memainkan peranan dalam mengakselerasi transformasi Society 5.0, demi mendukung percepatan Industri Digital 4.0. Di Society 5.0, manusia memegang peranan yang lebih sentral, dan teknologi dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, tapi juga memecahkan masalah-masalah sosial yang ada.

Pilar keempat adalah penguatan internal organisasi KADIN Indonesia dan regulasi. Kita perlu terus menjalankan fungsi KADIN sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antar pengusaha, dan antara pengusaha dengan Pemerintah, yang sesuai dengan Undang-undang KADIN. Termasuk dalam hal ini adalah memastikan komunikasi dan koordinasi antara KADIN Indonesia, KADIN Daerah dan Asosiasi bisa terus diperkuat.

Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang kuat, kita berharap kualitas hubungan industrial bisa ditingkatkan, dan iklim usaha bisa terus dijaga. Kita pun bisa memperkuat peran KADIN sebagai partner utama pemerintah dalam mendukung pencapaian program prioritas nasional baik melalui skema PPP dan lainnya.

Selain itu, saya melihat KADIN bisa juga membantu pemerintah dalam mengakselerasi implementasi UU Cipta Kerja yang akan memegang peranan penting dalam mengembangkan investasi.

Peran serta KADIN Indonesia sangat krusial dalam mendorong pengesahaan UU Cipta Kerja. Saya berterima kasih sekali lagi kepada sahabat saya, Ketua Umum Kita, Bapak Rosan Roeslani, dan juga beberapa pengurus KADIN Indonesia lainnya, yang telah menjadi bagian penting dalam proses pengesahan tersebut.

Hal ini perlu juga ditopang dengan kemudahan dalam pengajuan izin usaha dan akses pendanaan.

 

Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian,

Kita perlu lihat dan pelajari kembali Undang-undang No 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri yang menjadi dasar hukum organisasi kita. Pasal 4 Undang-undang tersebut menyebutkan penetapan satu Kamar Dagang dan Industri yang merupakan wadah bagi pengusaha Indonesia, baik yang tidak bergabung maupun yang bergabung dalam organisasi pengusaha dan/atau organisasi perusahaan.

Kemudian dijelaskan pula mengenai fungsi dan kegiatan KADIN Indonesia sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antar pengusaha Indonesia, dan antara pengusaha Indonesia dan Pemerintah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa.

Untuk itu, kita perlu kedepankan komunikasi dengan seluruh stakeholders, termasuk Pemerintah, Pekerja, Buruh, dan banyak lagi. Saya yakin bahwa kita harus berpegang teguh kepada AD/ART dan aturan organisasi dan meminta pengesahan perubahan AD/ART tersebut melalui Keppres. Saya berharap KADIN Indonesia menjadi satu dan solid untuk dapat memenangkan persaingan dengan negara lain.

Dengan dukungan Ibu Bapak semua, saya bertekad untuk membangun KADIN yang kuat di mana komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah akan lebih terstruktur, juga mendorong peran aktif dan melibatkan anggota KADIN di daerah dan juga seluruh asosiasi dalam prosesnya.

Akhir kata, dengan mengucapkan Bismillahi rahmanirrahim, saya Arsjad Rasjid, dengan doa restu dan dukungan Ibu-ibu dan Bapak-bapak, dengan ini mendeklarasikan kesiapan dan tekad saya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia periode 2021-2026.

Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para senior, abang-abang, para sahabat, Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian yang hadir di sini dan di manapun berada. Terima kasih atas kesediaannya untuk berbagi testimoni dan menyampaikan dukungan, serta bersilaturahmi dalam momen yang berbahagia ini.

Mari kita bina pemilihan yang sehat, aman dan adil. Mari kita bangun rumah KITA Bersama

KITA. KADIN Indonesia Terbuka dan Adaptif.

 

Terima kasih

Wassalamualaikum Wr. Wb., salam sehat, salam solidaritas, dan sekali lagi, salam KITA. KADIN Indonesia Terbuka dan Adaptif.

You may also like

More in News