Doomscrolling adalah kebiasaan yang banyak terjadi di tengah kemajuan teknologi dan internet. Sayangnya, banyak yang tak menyadari bahwa mereka sedang kecanduan perilaku ini.

Menghabiskan waktu berjam-jam untuk scrolling konten di media sosial atau internet terus meningkat sejak pandemi. Aktivitas di rumah saja yang membuat banyak orang menghabiskan waktu untuk aktivitas online masih terbawa hingga saat ini.

Doomscrolling adalah productivity culprit atau kebiasaan yang mencuri produktivitas kita. Banyak sekali dampak negatif yang berbahaya untuk jangka panjang. Apa saja? Simak penjelasan dan cara pencegahannya di bawah ini.

Doomscrolling adalah siklus yang perlu dikendalikan

Doomscrolling adalah istilah yang mengacu pada kebiasaan scroll konten di smartphone dalam durasi yang panjang dan terus menerus. Misalnya di konten media sosial atau berbelanja di e-commerce. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Saat tubuh mengalami stres, manusia memiliki kecenderungan mencari informasi sebagai bentuk kewaspadaan. Mekanisme ini berasal dari sistem otak, khususnya pada agian amigdala yang berperan dalam memberikan respon “fight or flight”.

Mekanisme kewaspadaan ini mendorong kita untuk menggulirkan informasi pada gadget secara terus menerus. Terutama saat menemukan berita negatif.

Dampak serius pada kesehatan mental dan fisik

Meski terkesan sepele, menghabiskan waktu berjam-jam untuk scroll konten di ponsel dapat berdampak pada sejumlah masalah. Baik itu kondisi mental maupun fisik.

Menurut penelitian, perilaku ini berkaitan dengan peningkatan kecemasan eksistensial, sementara kepuasaan hidup menurun. Hal ini dapat berpengaruh pada kemampuan berpikir, rentang perhatian memendek hingga turunnya produktivitas seseorang.

Attention span yang semakin mengecil karena konten-konten pendek di media sosial dapat menurunkan konsentrasi di berbagai aktivitas. Seperti belajar, bekerja atau beribadah.

Sementara itu dari aspek fisik, doomscrolling cenderung berbarengan dengan sedentary lifestyle yang mengurangi aktivitas gerak. Hal ini dapat menyebabkan sejumlah masalah seperti mata lelah, sakit kepala, ketegangan otot hingga peningkatan tekanan darah.

Strategi mengatasi efek samping doomscrolling

Mencegah efek samping yang berkepanjangan dari doomscrolling dapat dimulai dengan sejumlah kebiasaan sederhana. Melatih diri untuk hidup seimbang dan teratur dapat mengembalikan kondisi mental dan fisik untuk jadi lebih baik. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Menetapkan limit screen time

Mulai dengan membatasi notifikasi yang tidak perlu dan sisihkan ponsel saat sedang belajar atau bekerja. Aktifkan hanya notifikasi penting seperti chat untuk urusan kerja atau studi dan urusan personal.

Batasi penggunaan ponsel sebelum tidur setidaknya 30 menit atau 1 jam. Ganti dengan hal lain seperti membaca buku, menulis jurnal atau berdoa. Kebiasaan ini melatih otak dan tubuh untuk tidak terpapar gadget dan lebih mudah istirahat.

2. Selektif dengan konten

Batasi eksposur konten-konten yang dirasa kurang sesuai bagi kondisi pikiran. Alihkan pada konten yang informatif, menghibur dan memberikan value pada diri, sehingga bermanfaat secara berkelanjutan.

3. Digital detox secara rutin

Bila perlu, lakukan dopamine detox secara rutin dengan mengganti aktivitas online ke aktivitas offline. Prioritaskan interaksi sosial atau berada di alam terbuka untuk menjaga keseimbangan emosi dan pikiran.

Aktif secara online dan mengakses informasi memang hal yang penting, tetapi jangan sampai mengorbankan kualitas hidup. Lakukan secara seimbang antara aktivitas online dan offline untuk mencegah efek destruktif dari aktivitas digital yang dilakukan.

BACA JUGA: Pentingnya Menghindari Brainrot, Ini Beberapa Habit yang Harus Kamu Coba

Di tengah perkembangan media sosial dan teknologi yang bergulir dengan cepat, tetap pegang kendali atas konten dan produktivitas kita. Staying informed tak berarti constantly connected, selalu prioritaskan kesehatan jiwa raga agar tetap balance di tengah dinamika digitalisasi.

You may also like

More in News