News

Arsjad Rasjid: Kadin Harus Bisa Menjawab Tantangan Industri

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mengatakan, Kadin harus bisa membantu menjawab tantangan industri yang saat ini tengah terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Arsjad, dalam situasi saat ini, industri memiliki tantangan yang berbeda-beda. Ada industri yang bisa tetap resilient di tengah pandemi, bahkan tumbuh secara signifikan seperti industri kesehatan. Namun banyak pula industri yang menghadapi tantangan yang sangat berat seperti akomodasi, transportasi, hingga konstruksi.

“Kadin harus bisa mengambil peran strategis untuk menjadi jembatan komunikasi dengan pemerintah. Dalam hal ini, tentu Kadin harus mengetahui tantangan spesifik yang dihadapi oleh industri,” kata Arsjad.

Selain itu, lanjut dia, Kadin juga harus memiliki peta jalan industri yang menjadi prioritas karena kontribusinya besar terhadap GDP, termasuk industri apa saja yang menyerap banyak tenaga kerja, industri yang memiliki multiplier effect yang besar, dan seterusnya.

Diungkapkan Arsjad, penguatan sinergi dengan pemerintah sangat penting dilakukan Kadin. Melalui upaya ini, Kadin bisa mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang dapat menstimulasi dan kembali menggairahkan ekonomi.

Peran pemerintah ini, dicontohkan Arsjad, sangat terlihat di industri otomotif melalui implementasi insentif PPnBM atau pajak penjualan atas barang mewah sebesar nol persen, juga di industri properti dengan insentif PPN.

“Tentu kita juga menantikan gebrakan yang dapat diberikan oleh pemerintah terhadap industri lainnya,” ujar Arsjad Rasjid yang juga calon ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 ini.

Melalui sinergi dan komunikasi yang kuat, Arsjad pun optimistis, Kadin dapat membantu pemerintah untuk melihat kondisi industri dari perspektif pelaku industri, sehingga insentif yang diberikan bisa lebih efektif dan tepat sasaran.

Yang juga tak kalah penting, ungkap Arsjad, ke depan, Kadin harus meneruskan peran pentingnya di bidang kesehatan, untuk membantu pemerintah dalam melakukan pemulihan kesehatan yang menjadi prioritas bersama. “Kesehatan merupakan kunci utama untuk memulihkan perekonomian yang terdampak pandemi. Dunia usaha harus bersatu dan bergotong-royong untuk mengatasi pandemi agar bisa kembali produktif,” terang Arsjad.

Arsjad melihat peluang investasi di sektor kesehatan sangat terbuka dalam jangka waktu menengah dan panjang. Saat ini supply layanan kesehatan yang baik masih sangat terbatas apabila dibandingkan demand yang ada. Selain itu, supply juga masih sangat terkonsentrasi di Jabodetabek.

“Menurut saya, multiplier effect di sektor kesehatan juga sangat besar, misalnya konstruksi untuk pembangunan rumah sakit, penyediaan katering, cleaning service, dan masih banyak lagi lainnya. Ini adalah peluang yang perlu digarap dengan serius ke depannya,” lanjut dia.

Arsjad bilang, untuk menjawab tantangan industri, Kadin harus berada di garis terdepan untuk meningkatkan peran swasta agar mampu meraih peluang-peluang yang ada. (ANA)

You may also like