Seperti sisi-sisi mata uang, strategi bisnis bisa menghasilkan dua hal berbeda. Saat semuanya berjalan sesuai rencana, keuntungan pun di depan mata. Namun tak menutup kemungkinan, rencana yang sudah dipersiapkan sebaik mungkin gagal dan akhirnya bermuara pada kerugian.

Sebagai pengusaha, modal uang tidaklah cukup. Ada banyak hal yang perlu kita benahi ketika kegagalan secara beruntun menghampiri. Sudah pasti, ada yang salah dengan “komponen” strategi bisnis.

Berbisnis memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi saat keuntungan terasa kian menjauh. Rasa hati tidak tenang bukan hanya karena memikirkan diri sendiri, juga nasib para pekerja. Untuk yang sedang menghadapi kerugian, simak strategi bisnis yang perlu dilakukan dari Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Arsjad Rasjid.

Lewat media sosial Instagram, Arsjad Rasjid berinteraksi dengan followers-nya. Salah satu pertanyaan menarik dihadirkan oleh akun @mariorarnoldy yang bertanya tentang bagaimana caranya bertahan di tengah kerugian untuk kemudian menjadikan momen tersebut untuk memperbaiki kondisi perusahaan.

Arsjad Rasjid saat ini juga menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Indika Energy Tbk dan pernah menghadapi situasi sulit akibat turunnya harga batu bara. Nah, apa yang dilakukannya dalam menghadapi masalah tersebut?

Melakukan efisiensi untuk mengubah kerugian menjadi pendapatan

Hal yang paling utama dalam strategi bisnis ala Arsjad Rasjid adalah upaya untuk tetap mendapatkan keuntungan meski sedang mengalami kerugian. Cara paling dasarnya adalah dengan cutting cost, melakukan penghematan atau pemangkasan anggaran (biaya) sehingga pengeluaran-pengeluaran bisa semakin diminimalisir.

Upaya pemangkasan biaya ini biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mengalami kerugian, terutama saat kondisi ekonomi sedang mengalami kesulitan. Dengan strategi bisnis ini, biaya akan lebih berkurang dan diharapkan bisa menjaga kesehatan finansial sebuah perusahaan.

Beberapa langkah efisiensi memang tidak mudah. Namun seperti pendapat Arsjad Rasjid, efisiensi adalah kunci dari apapun yang ada dalam konteks berbisnis.

Mentalitas yang prima

Selain melakukan efisiensi, strategi bisnis yang harus kita lakukan saat mengalami kerugian adalah memperkuat mental. Sudah bukan rahasia lagi bila seorang pengusaha itu harus memiliki mental baja, menjadikan kondisi apapun sebagai teman, termasuk di masa tersulit.

Begitu juga dengan Arsjad Rasjid. Sebagai Presiden Direktur di salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia, ia pasti juga pernah berhadapan dengan situasi yang sulit. Untuk menghadapinya, salah satu strategi bisnis yang ia lakukan adalah memperkuat mental, terutama menanamkan mindset positif.

Ya, setiap masalah itu membutuhkan solusi jitu. Karena itu tetaplah fokus pada perbaikan-perbaikan karena hal-hal tersebut lebih dibutuhkan untuk upaya penyelamatan perusahaan. Apabila selama menjalankan strategi bisnis tersebut kemudian muncul gangguan-gangguan, seperti ‘bisikan gaib dari alam kekhawatiran,’ yang perlu Anda lakukan adalah mengabaikan. Pikiran negatif justru bisa merusak fokus perbaikan.

BACA JUGA: Tips Menjadi Pemimpin Ala Arsjad Rasjid

Inilah tantangan terbesar menjadi pengusaha dan memiliki perusahaan. Untuk mendapatkan kunci sukses tersebut Anda perlu lebih percaya diri. Yakinkan diri sendiri untuk  bisa menghadapi setiap kerugian dengan strategi bisnis yang tepat, mental yang kuat, dan fokus yang sehat.

Selamat mencoba!

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arsjad Rasjid (@arsjadrasjid)

You may also like

More in Inspirasi