Perekonomian Indonesia di tahun 2023 masuk dalam empat besar dunia berkat keberhasilan memanfaatkan keunggulan komparatif. Sebuah keunggulan yang patut dimanfaatkan semaksimal mungkin mengingat kita juga memiliki agenda besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, yang bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan negara ini.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa memahami apa itu keunggulan komparatif Indonesia yang membuat negara kita mulai diperhitungkan dunia internasional. Dikutip dari gramedia.com, keunggulan komparatif adalah keunggulan yang dimiliki karena menghasilkan suatu barang atau jasa dengan biaya peluang yang lebih rendah. Suatu konsep yang perannya sangat vital dalam menjelaskan perdagangan internasional dan juga spesialisasi d proses produksi.

Dengan memiliki keunggulan komparatif, bukan berarti kita bisa lepas tangan dan bergerak sendiri. Justru sebaliknya, dibutuhkan kolaborasi besar dari negara-negara lain untuk memicu kerja sama perdagangan. Dengan kerja sama ini, suatu negara, misalnya Indonesia harus fokus pada barang atau jasa dengan keunggulan komparatif, sekaligus juga memberi barang atau produk lain yang berasal dari negara lain.

Peluang dari keunggulan komparatif ini juga disadari oleh Arsjad Rasjid. Ketua Kadin Indonesia yang mengemban tugas menjaga stabilitas ekonomi dengan memberdayakan UMKM lokal, Ajakan tersebut ia bagikan lewat sebuah video yang baru-baru ini diunggah di media sosial Instagram miliknya.

Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang sangat besar pada SDA

Di awal video, Arsjad Rasjid mengingatkan bahwa kita hidup di negara yang kaya raya. Ia menggarisbawahi tentang keunggulan komparatif di sektor sumber daya alam yang melimpah, siap diolah, dan akan menjadi keuntungan yang amat besar untuk bangsa.

Arsjad menyebut Indonesia memiliki harta karun yang melimpah. Mulai dari 30 juta ton lebih cadangan nikel, 1 miliar ton lebih bauksit, serta 3.246 AG dari potensi EBT. Bila dimanfaatkan semaksimal mungkin, cadangan alam tersebut bisa membuat Indonesia menjadi negara besar. Ditambah lagi fakta bahwa saat ini dunia sedang berusaha melakukan transformasi energi menuju baru terbarukan. Itulah mengapa seluruh dunia memandang Indonesia sebagai pasar potensial, baik produsen maupun konsumen.

Sebagai catatan, nikel dan bauksit merupakan dua komponen alam yang sangat dibutuhkan dalam membuat electric vehicle (kendaraan listrik). Bukan hanya sebagai bahan untuk membuat rangka, juga energi berupa baterai motor atau mobil.

Dengan semangat gotong royong, keunggulan komparatif ini bisa kita manfaatkan untuk menyediakan ‘bahan bakar masa depan. Sebuah peluang yang wajib kita jaga lewat hilirisasi sehingga keuntungannya bisa kita nikmati secara maksimal.

Indonesia sebagai jalur perdagangan dunia

Selain harta karun berupa sumber daya alam, keunggulan komparatif Indonesia berikutnya ada di sektor logistik.

“Berlokasi strategis di jalur perdagangan dunia, memiliki pasar yang besar, ditopang bonus demografi mengantarkan Indonesia ke peradaban baru,” ujarnya dalam video yang dibuat untuk menggerakkan seluruh komponen bangsa dalam menyusun peta jalan Indonesia Emas 2045.

Arsjad mengingatkan bahwa 40% perdagangan global melewati perairan Indonesia, sekaligus pasar yang besar dengan jumlah populasi mencapai 278 juta jiwa, atau terbesar nomor empat di dunia.

Bonus demografi menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja

Sumber daya manusia yang melimpah menjadi bonus demografi bagi bangsa. Kita memiliki sekitar 190 juta penduduk produktif dan diperkirakan akan meningkat ke 201 juta jiwa di tahun 2030 mendatang. Bila kita bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja masyarakat Indonesia, bayangkan seperti apa luar biasanya wajah negara kita di masa mendatang.

12 tahun dari sekarang, kemerdekaan Indonesia genap berusia 100 tahun. Arsjad menambahkan bahwa untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia, kita harus bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Gapaian mimpi tersebut juga hanya akan bisa terwujud ketika kita bergerak bersama secara inklusif, tanpa meninggalkan siapa pun tertinggal di belakang, tangguh dan berkelanjutan. Semuanya dibungkus dalam iklim demokrasi yang sehat bersama semboyan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika.

Itulah alasan Arsjad Rasjid bersama Kadin Indonesia untuk menginisiasi visi Indonesia Emas 2045. Sebuah anjuran untuk bergerak memanfaatkan keunggulan komparatif demi mewujudkan cita-cita gemilang bangsa Indonesia yang nantinya akan dibeberkan secara tuntas pada ulang tahun kemerdekaan kita, 17 Agustus 2023.

BACA JUGA: Peta Jalan Indonesia Emas 2045, Apa Saja yang Perlu Kita Ketahui?

“Dengan semangat gotong royong, Kadin Indonesia hadir sebagai penggerak, menyatukan seluruh komponen bangsa menyusun Peta Jalan Indonesia Emas 2045,” tutup Arsjad.

You may also like

More in News