Nama Didier Drogba bagi pecinta sepak bola terutama Liga Inggris pasti sudah tidak asing. Di era 2004 namanya begitu harum sebagai salah satu striker paling mematikan yang pernah dimiliki Chelsea. Dengan torehan lebih dari 100 goal, membawa klub berseragam biru-biru tersebut menjuarai Premier League beberapa kali.

Prestasi Didier Drogba di dunia si kulit bundar sudah tidak terbantahkan, namun mungkin banyak yang tidak tahu bahwa kiprahnya di luar bidang profesionalnya tersebut juga tidak kalah inspiratif. Dalam postingan Instagramnya, Arsjad Rasjid membagi cerita tentang inspirasi mantan pemain nasional Pantai Gading tersebut yang pastinya bisa membuat kita tersadar bahwa kebaikan itu bisa datang dari siapa saja.

Kiprah seorang Didier Drogba di dunia sepak bola

Drogba mengawali karier profesionalnya di Perancis yakni Le Mans yang kala itu ada di divisi dua, tak lama kemudian ia direkrut Olympique de Marseille di tahun 2003 dan terpilih menjadi pemain terbaik Ligue 1 serta membawa klub tersebut ke Final Piala UEFA.

2004 menjadi awal tahun kebangkitan fenomenal Drogba. Bersama Chelsea, pemain Pantai Gading ini membawa The Blues mencapai hal-hal besar yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Misalnya raihan tiga kali juara Premier League, empat Piala FA, hingga satu kali juara Liga Champions. Chelsea bahkan perlu menunggu selama 50 tahun untuk bisa mencicipi juara Liga Inggris, sebelum itu gelar ini pernah mereka dapatkan di tahun 1955.

Usai bersama Chelsea Drogba mencoba banyak petualangan, namun hatinya tertaut kembali ke klub London tersebut di tahun 2015 hingga akhirnya meninggalkan klub berlogo singa tersebut sebagai legenda.

Karier internasional Drogba juga tidak kalah memukau. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Pantai Gading, serta membawa negara produsen Kakao tersebut lolos tiga kali ke gelaran Piala Dunia

Di luar bola, Drogba juga sama mengagumkannya

Tak hanya harum di sepak bola, Drogba juga mencatatkan prestasi mengagumkan di luar lapangan hijau. Di bidang kesehatan misalnya, diketahui sosok yang pernah meraih Golden Boot Liga Inggris ini sukses membangun fasilitas kesehatan di distrik Atteboube, Abidjan. Sebagian besar biaya pembangunan rumah sakit ini berasal dari penghasilannya sendiri.

Di tahun 2020 lalu, Drogba juga menawarkan rumah sakit tersebut kepada pemerintah setempat untuk dijadikan pusat perawatan pasien Covid-19. Hal ini agar kasus lonjakan di negara tetangga Ghana tersebut bisa terakomodir.

Di dunia pendidikan Drogba juga melakukan inisiatif yang luar biasa. Ia diketahui membangun sekolah di desa terpencil sehingga membuka akses begitu banyak anak-anak di daerah tersebut. Melalui Drogba Foundation, anak-anak juga terpenuhi kebutuhan pendidikannya karena yayasan tersebut rutin memberikan school kit agar mereka bisa tetap bersekolah.

Berkat seorang Drogba, perang saudara bisa dicegah

Sejak 2002 diketahui Pantai Gading terpecah menjadi dua kubu, di bagian selatan dikuasai oleh pemerintah sedangkan utara oleh pemberontak. Diketahui konflik ini didasari oleh masalah etnis dan agama. Seiring berjalannya waktu konflik ini tidak segera mereda dan masih menciptakan terus benih-benih perpecahan.

Hingga di tahun 2006 Droga menciptakan aksi yang akan dikenang selamanya oleh masyarakat Pantai Gading. Setelah mengalahkan Sudan 3-1 negara yang beribu bota di Yamoussoukro ini berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia. Alih-alih hanya merayakan selebrasi, Drogba beriniatif untuk melakukan aksi simbolis di depan kamera televisi nasional. Bersama rekan-rekannya ia berlutut dan memohon kepada seluruh faksi yang bertikai untuk melakukan gencatan dan berdamai.

Momen emosional ini ternyata berdampak nyata dan membuat konflik yang terjadi berangsur mereda. Ditambah pula setahun kemudian banyak pertandingan yang dilakukan di daerah utara, sehingga untuk pertama kalinya pendukung pemerintah dan seterunya berada di stadion yang sama untuk mendukung Timnas.

Peran diplomatik Drogba di kancah internasional

Tercatat Drogba mempunyai rekam jejak yang tak kalah prestisius di kancah internasional. Ia pernah menjadi Duta Besar Kehormatan untuk Program Pembangunan PBB yang berfokus pada masalah kemiskinan dan HIV/AIDS di Afrika.

Di tahun 2018 ia pernah diangkat sebagai Wakil Presiden sebuah organisasi internasional di Monako untuk mempromosikan perdamaian melalui olahraga. Pemain yang sering mengenakan nomor punggung 11 ini juga pernah menjadi Duta Besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk olahraga dan kesehatan.

BACA JUGA: Cerita Inspiratif Mohamed Salah yang Memberikan Pelajaran Tentang Pantang Menyerah

Drogba lebih dari sekadar pemain sepak bola. Ia adalah icon penting bagi negaranya, tak hanya karena jasa besarnya di dunia pendidikan dan kesehatan, tapi juga inisiatif penting yang membuat negara yang bertahun-tahun berkonflik bisa duduk bersama di stadion mendukung tim nasional mereka.

You may also like

More in Inspirasi