Merasa demotivasi artinya kehilangan dorongan untuk melakukan sesuatu. Kondisi mental ini dapat terjadi karena adanya faktor internal maupun eksternal.

Penurunan motivasi yang tidak tertangani dapat menjebak seseorang pada keengganan, menarik diri secara sosial, frustasi, bahkan depresi. Beberapa situasi yang dapat menurunkan demotivasi antara lain permasalahan di tempat kerja, kehilangan orang tercinta, atau target yang memang tidak realistis.

Saat kita merasa demotivasi artinya perlu ada tindakan untuk menyadari dan mengatasi situasi tersebut. Berikut ini cara-cara praktis untuk membantu mengembalikan motivasi demi hidup yang terus berjalan dengan tetap bermakna.

Demotivasi artinya semangat dan dorongan menurun, apa sebabnya?

Demotivasi atau turunnya semangat dapat terjadi pada siapa saja, bahkan orang yang paling produktif sekalipun. Ada beberapa penyebab yang dapat melatarbelakangi kondisi ini, berikut di antaranya.

1. Kehilangan tujuan hidup

Tanpa ada tujuan yang jelas atau terukur, manusia akan sulit menetapkan komitmen dan motivasi. Ada faktor “why” yang selalu mendasari munculnya dorongan yang kuat untuk mengejar dan mengupayakan sesuatu. Setiap orang punya tujuan hidup yang berbeda, bisa berupa materi, non materi maupun orang yang disayangi.

2. Kurangnya struktur dan rutinitas

Kesuksesan berhubungan dengan keteraturan dan ketekunan menggeluti rutinitas. Memiliki jadwal yang rutin dan menjalaninya secara teratur dapat menjadi motor penggerak yang menghasilkan motivasi.

Contohnya, sejak kecil kita terbiasa bangun pagi dan sekolah, kemudian mengerjakan tugas dan istirahat di malam harinya. Kebiasaan ini merupakan struktur yang membentuk pola hidup seseorang agar tetap produktif dan tidak menyia-nyiakan waktu.

3. Target yang tidak realistis

Menetapkan target yang tidak terukur atau terlalu tinggi dapat mengaburkan semangat untuk mengejarnya. Saat merasa tujuan tersebut mustahil atau ragu-ragu untuk dicapai, kita jadi mudah menurunkannya dari skala prioritas.

Motivasi tercipta dari tantangan yang memerlukan usaha, tetapi tidak terlalu jauh dari jangkauan kemampuan kita.

4. Hilang fokus

Kemajuan teknologi dan dinamika hidup yang bergerak dengan cepat menjadi salah satu distraksi umum yang dialami banyak orang. Adanya distraksi tersebut seringkali membuat orang melakukan beberapa hal sekaligus sehingga terjadi ketidakseimbangan.

Efeknya, beberapa task tidak terselesaikan dengan baik sehingga menimbulkan perasaan gagal yang mudah menurunkan motivasi.

Cara mengatasi demotivasi

Sebagai makhluk yang adaptif, manusia memiliki mekanisme untuk dapat mengembalikan motivasinya dengan beberapa langkah reflektif. Berikut ini adalah beberapa tips mengembalikan dorongan semangat kita.

1. Menemukan kembali tujuan utama

Di waktu luang, lakukan introspeksi dan evaluasi situasi demotivasi yang dialami. Temukan kembali apa yang ingin dituju lewat beberapa pertanyaan reflektif seperti, apa impian yang ingin diwujudkan, siapa yang bergantung pada kita, apakah keuangan kita memadai untuk beberapa tahun yang akan datang?

Dengan tujuan yang kuat dan spesifik, kita dapat membangkitkan motivasi dalam diri untuk bergerak dan mewujudkannya setahap demi setahap.

2. Bangun rutinitas harian

Setelah menetapkan target, susun rencana dan jadwal harian untuk mencapainya. Mulailah dari hal yang kecil dan mudah dilakukan, tanpa membebani diri dengan ekspektasi awal.

Dalam buku Atomic Habits dituliskan contoh bagaimana mengubah kebiasaan buruk melalui perubahan-perubahan positif yang kecil, tetapi dilakukan dengan konsisten. Misalnya mulai dari kebiasaan tidur lebih awal dan bangun pagi.

Metode ini akan lebih efektif untuk membantu kita mencapai hal-hal kecil dan memberikan feeling small win setiap hari.

3. Visualisasi hasil yang ingin dicapai

Saat semangat terasa menurun, coba bayangkan kita sampai pada tujuan yang ingin dicapai. Bayangkan perasaan kita saat berhasil mewujudkannya. Cara ini dapat menumbuhkan optimisme dan motivasi yang lebih berkelanjutan.

4. Mengatur lingkungan kerja

Bagaimanapun lingkungan sekitar dapat mempengaruhi semangat bekerja. Ada orang yang bisa mendapatkan motivasi dalam lingkungan yang bersih, nyaman dan bebas gangguan. Ada pula orang yang butuh tantangan dan pengawasan mentor.

Temukan gaya lingkungan kerja yang sesuai dan kelilingi diri kita dengan orang-orang yang suportif terhadap apa yang ingin kita capai.

5. Menjaga kesehatan fisik dan mental

Terakhir, tetapi tetap penting adalah menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Tubuh yang sakit atau tidak mendapat asupan gizi berkualitas lebih rentan kehilangan semangat.

Berolahraga secara rutin, konsumsi makanan bergizi serta istirahat teratur dapat membantu kita menjaga semangat. Jangan lupa lakukan me time sebagai variasi aktivitas yang berguna dalam memelihara mood dari kejenuhan.

BACA JUGA: Merasa Demotivasi Adalah Manusiawi, Ini Tips Arsjad Agar Bisa Bangkit Kembali

Demotivasi memang kondisi yang umum dialami oleh siapapun. Yang terpenting adalah memahami bahwa kita perlu mengembalikan semangat tersebut dengan memahami penyebabnya serta lakukan strategi yang sesuai dengan kondisi kita. Dengan demikian, kita dapat kembali optimis dan bergerak menuju target yang diharapkan.

You may also like

More in News