Mewujudkan impian masa depan seringkali terbentur realita hidup. Seperti harus bekerja keras untuk goals jangka panjang namun di sisi lain juga menikmati hidup.
Sebagian dari kita memiliki perspektif bahwa hidup harus dinikmati, tidak melulu tentang karir dan kesuksesan. Hal ini sebenarnya sah-sah saja, selama kita tetap mempersiapkan segala sesuatunya dengan seimbang dan tidak abai terhadap masa depan.
Arsjad Rasjid mengingatkan pentingnya persiapan untuk mencapai impian masa depan. Di mana hal ini tidak selalu berhubungan dengan karir, tetapi tetap dapat membuat perjalanan hidup kita lebih bermakna dan membanggakan. Simak pesan penting Arsjad di bawah ini.
Daftar Isi
Mewujudkan impian masa depan: seimbang antara karir dan non karir
Tips 1: Cerdas mengelola keuangan sejak dini
Tips 2: Pengembangan soft skill dan hard skill yang berkelanjutan
Tips 3: Membangun dan menjaga relasi
Konsep hidup boleh YOLO, selama punya perencanaan masa depan
Mewujudkan impian masa depan: seimbang antara karir dan non karir
Arsjad Rasjid memahami tidak semua orang memiliki orientasi hidup tentang kesuksesan karir, bahkan dalam upaya mewujudkan rencana masa depan mereka. “Kalaupun bekal itu nggak selalu career oriented, gapapa. Lakukanlah hal-hal yang bikin dirimu bangga,” kata Arsjad.
Justru dengan memiliki keseimbangan antara karir dan non karir, kita memiliki bekal yang lengkap untuk merealisasikan rencana-rencana ke depan. Misalnya memulai dari hobi yang disukai, gaya hidup yang lebih frugal atau mindset menjalin relasi yang berpotensi membuka peluang dan kesempatan baru.
Tips 1: Cerdas mengelola keuangan sejak dini
Bila jenjang karir masih belum menunjukkan perkembangan signifikan, kita dapat mengupayakan dengan cara lainnya. Langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengelola finansial dengan bijak.
Mulai menabung dan berinvestasi sejak dini dapat memberikan kebebasan finansial dan menjadi fondasi yang kokoh untuk mewujudkan rencana hidup secara bertahap. Seperti memulai usaha melanjutkan pendidikan, maupun persiapan masa pensiun
Tips 2: Pengembangan soft skill dan hard skill yang berkelanjutan
Mengasah kemampuan diri seperti hard skill dan soft skill, dapat menjadi cara efektif untuk pengembangan yang berkelanjutan. Mulai dari hobi atau bidang yang disukai dapat memudahkan kita melakukan ekspansi keterampilan.
Misalnya hobi menggambar yang dapat dijadikan side hustle dengan membuka jasa desain grafis atau mengasah pengetahuan kita tentang warna. Bisa juga hiking dan camping yang bermanfaat meningkatkan ketangguhan, pengetahuan tentang alam, wisata sampai sosial.
Tips 3: Membangun dan menjaga relasi
Yang tidak kalah penting adalah aset relasi. Memiliki jaringan koneksi yang baik dapat membuka peluang baru, serta membuka cakrawala wawasan kita agar lebih luas.
Memastikan kita berada di pergaulan yang tepat dapat memberikan perspektif yang lebih kaya. Kita belajar memahami interaksi dengan beragam individu dan latar belakang.
Ini akan menjadi pengalaman berharga yang menunjang keberhasilan kita mewujudkan berbagai target di masa depan. Bisa jadi salah satu relasi atau kenalan yang kita miliki akan menjadi rekan yang mewujudkan impian kolaboratif bersama-sama.
Konsep hidup boleh YOLO, selama punya perencanaan masa depan
Konsep hidup YOLO (You Only Live Once) di mana kita menjalani dan menikmati hidup untuk hari ini tidak sepenuhnya salah. Namun, jangan lupa untuk mempersiapkan bekal hari esok.
“Do something your future self will thank you,” pesan Arsjad Rasjid. Merencanakan masa depan tidak berarti bersakit-sakit dan mengorbankan kebahagiaan saat ini.
BACA JUGA: 7 Cara Membahagiakan Diri Sendiri agar Hidup Lebih Produktif
Sambil menjalani masa kini, kita masih dapat melakukan persiapan jangka panjang sehingga langkahnya akan terasa lebih ringan untuk kesejahteraan di masa mendatang. Dengan ketiga tips Arsjad Rasjid tadi, kita dapat meniti impian masa depan sambil tetap fokus menikmati setiap momen dalam hidup.















