Indonesia Emas 2045 merupakan visi bangsa kita dalam mewujudkan negara Nusantara yang berdaulat, adil, serta berkelanjutan. Untuk menuju ke sana, Indonesia memerlukan generasi emas. Sumber daya manusia di masa depan yang siap dengan era globalisasi dan berperan serta dalam mensukseskan pembangunan nasional.

Negara kita saat ini diuntungkan dengan adanya ‘bonus’ pembangunan. Mulai dari demografi, digitalisasi, hingga generasi yang siap melaju dalam pertumbuhan ekonomi dengan kecepatan tinggi. Tetapi selain itu, kita juga butuh aspek-aspek penting yang bisa menyokong Pilar Indonesia Emas 2045.

Dalam postingannya di media sosial, Arsjad Rasjid berbagi tentang apa saja 4 Pilar Indonesia Emas 2045. Dimulai dari Pilar Ketangguhan yang menekankan pentingnya ketahanan pangan dan kesehatan untuk menciptakan generasi emas Indonesia yang tangguh.

Kemudian juga ada Pilar Kesejahteraan yang berbicara tentang kemajuan ekonomi yang harus sejalan dengan kesejahteraan masyarakatnya dengan memberi kehidupan yang kayak melalui ketersediaan lapangan kerja pada sektor-sektor pertumbuhan strategis seperti manufaktur dan UMKM yang menyerap jutaan tenaga kerja, sektor keuangan, serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pilar ketiga adalah Inklusivitas yang mengajak semua pihak untuk maju bersama, tanpa ada seorang pun yang tertinggal. Sementara pilar terakhir adalah Keberlanjutan yang fokus pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan pelestarian lingkungan.

Dalam caption postingan yang ia bagikan di media sosial Instagram, Arsjad Rasjid menjelaskan bahwa pilar-pilar strategi pembangunan di dalam Peta Jalan indonesia Emas 2045 tak dapat berdiri kokoh tanpa ditopang pondasi yang kuat. Kira-kira apa saja aspek-aspek atau key enablers yang bisa menjadi pendukung untuk kekuatan Peta Jalan Indonesia Emas 2045, ya?

Sumber daya manusia yang unggul

Menurut Arsjad Rasjid, sumber daya manusia (SDM) masa depan yang unggul akan menjadi aset berharga bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tersebut mengajak anak-anak muda untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang agar bisa menjadi unggulan di masa mendatang.

“Kita harus mengoptimalkan bonus demografi yang mencapai puncaknya tahun 2035 mendatang dengan baik,” tulis Arsjad Rasjid di Instagram miliknya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencetak sumber daya manusia unggulan untuk masa depan adalah dengan peningkatan akses pendidikan, pemerataan kualitas, hingga penyesuaian terhadap pengembangan bakat agar talenta-talenta yang tercipta benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja.

Infrastruktur Terintegrasi

Banyak hal yang harus dibenahi demi menegakkan pilar Indonesia Emas 2045. Salah satu yang sangat vital perannya adalah infrastruktur. Meski kaya akan sumber daya alam, Indonesia memiliki kelemahan yaitu jarak.

Untuk menyatukan semuanya, Indonesia membutuhkan infrastruktur yang kuat dan terintegrasi. Ini perlu agar kita bisa melakukan pemerataan ekonomi dengan baik. Dalam hal ini, Arsjad Rasjid mengajak kita untuk melihat sektor logistik negeri ini yang terus bertumbuh seiring dengan semakin meningkatnya permintaan dan didukung perbaikan infrastruktur.

Hanya saja, kita memiliki tantangan untuk menurunkan biaya logistik yang tergolong tinggi. Arsjad yakin, dengan membangun sarana dan prasarana infrastruktur yang terintegrasi, mudah diakses, serta terjangkau, tantangan itu bisa dikalahkan dan pemerataan ekonomi dapat diwujudkan.

Membangun Kota Layak Huni

Pertumbuhan penduduk sangat pesat. Hal ini dibarengi dengan semakin meningkatnya kebutuhan papan masyarakat. Tetapi sayangnya, Indeks Layak Huni negara kita masih tergolong rendah.

Dikutip dari katadata.co.id, kota dengan Indeks Layak Huni terbaik di Indonesia adalah DKI Jakarta dengan perolehan poin 60,4. Ini menempatkan Ibukota di urutan ke-139 dari 173 kota yang disurvei The Economist Intelligence Unit. Sebagai perbandingan, kota dengan Indeks Layak Huni terbaik adalah Wina, Austria dengan 98,4 poin.

Menurut Arsjad, langkah-langkah untuk meningkatkan Indeks Layak Huni kota-kota di Indonesia adalah dengan berani mengambil tindakan pada dua cakupan, yaitu untuk kota besar dan semua kota dengan memperkuat mobilitas, menciptakan hunian dengan harga terjangkau, teknologi untuk perencanaan kota, meningkatkan keterlibatan sektor swasta, peningkatan kualitas sanitasi, serta pembangunan dan penguatan kota melalui pendekatan yang didorong oleh permintaan.

Teknologi untuk Semua

Digitalisasi dirasakan dampaknya oleh semua lapisan masyarakat. Dari warga perkotaan hingga mereka yang tinggal di daerah terpencil yang teraliri internet bisa merasakan manfaatnya untuk mengembangkan usaha mereka.

Sayangnya, meski kemajuan teknologi Indonesia cukup signifikan dalam 10 tahun terakhir, potensi ekonomi digital masih memiliki banyak ruang yang belum teroptimalkan. Sebagai perwakilan Kadin Arsjad Rasjid mengajak kita untuk meningkatkan inovasi dan adopsi digital demi mendorong kemajuan di berbagai sektor industri.

Untuk mewujudkannya, kita perlu membangun infrastruktur digital untuk masa depan, digitalisasi pada tata kelola pemerintahan, serta mendorong inovasi dan digitalisasi industri-industri yang sudah ada sebelumnya.

Pemimpin Berkualitas Dunia

Siapa yang bisa menjaga Pilar Indonesia Emas 2045 tetap tegak berdiri hingga terlaksana? Tentu seorang pemimpin negara yang benar-benar memiliki integritas dan kualitas. Oleh karena itu, selain berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan, masyarakat juga berkewajiban menciptakan generasi-generasi pemimpin masa depan.

Indonesia membutuhkan para pemimpin berkualitas dunia. Mereka adalah orang-orang yang bukan hanya berwawasan global, namun juga memegang teguh nilai-nilai luhur bangsa, mengutamakan gotong royong, serta Pancasila sebagai pedomannya.

BACA JUGA: Arsjad Mengaitkan Peta Jalan Indonesia Emas 2045 dengan Pengalaman Naik Bus, Begini Maksudnya

Sebagai masyarakat yang baik, tugas kita adalah memperkuat lima pondasi di atas. Ini adalah langkah krusial untuk memberi kekuatan dan dukungan kepada 4 Pilar Strategi Pembangunan demi mencapai cita-cita bangsa, yaitu Indonesia Emas 2045.

You may also like

More in News