Cara menghemat uang adalah ‘seni’ yang wajib dikuasai oleh kita semua, terutama adalah mereka yang saat ini sedang jauh dari orang tua. Dengan pendapatan yang masih belum pasti atau bahkan masih menggantungkan kiriman dari keluarga di rumah, sangat penting untuk bisa memanajemen keuangan sebaik mungkin agar tidak kantong kering dan masih bisa tersenyum di hadapan teman-teman saat akhir bulan.

Sebagai orang yang dulunya juga merantau, bahkan di usia 10 tahun sudah jauh dari orang tua karena menuntut ilmu di luar negeri, Arsjad Rasjid sangat concern dengan anak-anak muda. Dirinya memahami bahwa salah satu tantangan terberat mereka tak hanya soal rindu kampung halaman, tetapi juga bagaimana cara menghemat uang agar semua keperluan tercukupi tanpa bikin gigit jari.

Biar hobi makan, Arsjad tahu cara menghemat uang

Dalam konten video Instagram terbarunya, Arsjad bercerita bahwa saat masih menempuh pendidikan di luar negeri (dari usia Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi) ia tidak bisa meninggalkan hobinya, yaitu doyan kuliner.

“Kebanyakan teman-teman tahu kalau saya ini hobinya makan. Yang namanya hobi makan, rawan banget kebablasan spendingnya,” kata Arsjad, membuka sesi berbagi tentang cara menghemat uang bagi mereka yang jauh dari orang tua.

Beruntung dirinya menyadari bahwa hobi, bila dilakukan secara serampangan, justru akan menjerumuskan kita. Bukan hanya bagi siswa yang jauh dari orang tua, mereka yang sudah punya pendapatan tetap juga rawan kebobolan rekeningnya kalau terlalu menuruti kesukaan mereka.

“Tapi kita mesti ingat, segala yang berlebihan pasti nggak baik. Makanya spending ini mesti dilakukan dengan bijaksana,” lanjutnya.

Bagaimana cara Arsjad supaya aktivitas kesukaan selaras dengan uang di dalam tabungan?

Pelajari budgeting agar tahu cara menghemat uang

Dalam makna ‘serius,’ budgeting adalah proses penyusunan rencana keuangan organisasi yang dilakukan dengan cara menyusun rencana kerja dalam rangka waktu tertentu umumnya satu tahun dan dinyatakan dalam satuan moneter.

Sebenarnya bukan hanya organisasi saja yang wajib tahu tentang budgeting. Mereka yang sedang belajar, jauh dari keluarga pun juga harus paham tentang yang satu ini. Terutama ketika pendapatan hanya berasal dari kiriman orang tua saja.

Budgeting bisa diterapkan untuk anak muda, mahasiswa atau fresh graduate yang belum memiliki pemasukan maupun sudah, agar hobi atau keinginan lainnya di luaran bisa terus berjalan tanpa mengganggu anggaran.

How much will my money go for food? Pertanyaannya. Karena kita juga memiliki kebutuhan-kebutuhan lain yang harus dipenuhi,” jelas Arsjad.

Cara menghemat uang bulanan dengan aturan 50/30/20

Untuk itu, Arsjad menyarankan kepada para generasi masa kini agar terbiasa dalam membuat alokasi-alokasi dana yang jelas berdasarkan kantong-kantong kebutuhan kita.

“Mungkin teman-teman bisa coba untuk menerapkan mindset yang namanya 50/30/20 rule,” imbuhnya.

Yang dimaksud Arsjad dengan aturan 50/30/20 ini adalah dengan menyisihkan 50% dari pendapatan bulanan kita untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari bayar sewa kos, listrik dan air, makanan dan minuman, internet, dan lain-lain yang merupakan kebutuhan utama kita.

Selanjutnya bagian 30% adalah untuk kebutuhan sekunder. Anggaran untuk menyegarkan pikiran dengan nonton di bioskop, rekreasi bareng teman-teman, atau mencoba kuliner-kuliner kesukaan.

Sisa 20% dari pendapatan kita kemudian digunakan sebagai tabungan, dana darurat di saat yang tidak terduga, serta jaminan masa depan (dana pensiun).

“Kalau saya dulu, salah satu cara jitu untuk bisa makan enak, tetap ramah di dompet, dengan apa? Masak sendiri,” seloroh Arsjad yang dikenal sebagai tokoh pengusaha kenamaan Tanah Air.

Tak hanya sebagai cara menghemat yang, memasak sendiri juga melatih sekaligus memberi skill tambahan bagi para perantau. Kita jadi lebih terlatih mempersiapkan menu-menu dengan rasa yang jempolan. Asal tahu saja, orang yang bisa masak itu luar biasa, lho!

“Selain bagus untuk dompet, penerapan mindset-mindset ini juga bagus untuk kesehatan jasmani kita. Kita jadi bisa menghindari overconsumption dengan memberikan nutrisi yang sesuai dan dibutuhkan oleh tubuh,” tutur Ketua Umum PB Perpani tersebut.

BACA JUGA: Nasihat dan Pesan Arsjad Rasjid Kepada Generasi Muda Indonesia

Masih ada banyak contoh lain sebagai cara menghemat uang di perantauan. Dengan teknik budgeting yang tepat, hidup pun jadi nggak berat. Ada banyak ruang untuk fokus menjalani pendidikan sehingga saat lulus nanti, nilai dan prestasi jadi lebih maksimal.

Selamat mencoba!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arsjad Rasjid (@arsjadrasjid)

You may also like

More in Inspirasi