News

Arsjad Rasjid Tegaskan Komitmen Kadin terhadap Sektor Kesehatan

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mendukung peningkatan sektor kesehatan di Indonesia. Upaya tersebut telah dibuktikan, antara lain dalam penanganan pandemi Covid-19 yang bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di Indonesia, baik dari dunia usaha maupun pemerintah.

“Saat ini akses masyarakat terhadap vaksin Covid-19 telah meningkat drastis. Bahkan setiap hari, ada sekitar 1,7 juta orang yang terdaftar untuk menerima vaksin,” papar Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, saat menyampaikan sambutan pembuka dalam acara Global Healt Security Consortium (GHSC)-B20 Executive Roundtable on Global Health di Jakarta, 9 Maret 2022.

Dalam kesempatan tersebut, hadir antara lain Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris yang saat ini menjadi Executive Chairman Tony Blair Institute for Global Change dan Emily Stanger-Sfeile, Direktur GHSC. Pertemuan juga dihadiri oleh eksekutif dari Kadin Indonesia, B20, serta dunia usaha.

Dalam sambutan singkat dan lugas tersebut, Arsjad juga memaparkan peran aktif Kadin Indonesia dalam penanganan pandemi di Indonesia yang saat ini semakin terkendali dengan baik. Kontribusi penting itu, antara lain menyumbangkan lebih dari US$18 juta untuk pengadaan perlengkapan dan peralatan medis serta bantuan bagi para profesional kesehatan dalam program penanggulangan Covid-19.

Selain itu, Kadin Indonesia juga ikut memprakarsai kegiatan “Vaksinasi Gotong Royong” untuk meningkatkan ketersediaan vaksin di seluruh Indonesia. Program ini merupakan pelaksanaan vaksin mandiri yang dilaksanakan oleh dunia usaha agar daya jangkau vaksin semakin luar demi mencegah laju pandemi.

Karena itulah, kata Arsjad yang juga Ketua Dewan Penasihat Business 20 (B20) -forum dialog komunitas bisnis global- Kadin Indonesia memberikan dukungan penuh pada kerja sama B20 dan GHSC untuk mendukung dunia kesehatan di Indonesia. Dia meyakini kolaborasi tersebut akan memberikan dampak penting bagi sektor kesehatan di Indonesia maupun di tingkat global terutama negara-negara G20, mengingat GHSC merupakan organisasi independen terkemuka di dunia dengan keahlian di bidang ilmu pengetahuan dan medis.

“Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar, terutama rekomendasi untuk peningkatan kesehatan masyarakat sehingga mendukung pemulihan ekonomi serta kesiapan menghadapi pandemi ke depan,” tutur Arsjad.

Dukungan Kadin Indonesia bagi kerja sama B20 dan GHSC, antara lain dengan memanfaatkan jaringan dunia usaha untuk mendukung upaya meningkatkan sektor kesehatan, termasuk melalui pendanaan dan pengetahuan. “Kami juga dapat menyatukan perspektif sektor swasta untuk memastikan bahwa prioritas yang ditetapkan (kesehatan) sudah tepat dan berada di jalur yang benar,” ungkapnya.

Kerja sama yang baik demi kepentingan masyarakat ini, lanjut Arsjad, juga dapat memanfaatkan hubungan Kadin Indonesia dengan pemerintah untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dalam kolaborasi tersebut bertujuan membantu proses desain, perencanaan, dan pelaksanaan upaya peningkatan sektor kesehatan yang dapat memberikan dampak positif bagi dunia. Untuk itu, Kadin Indonesia dapat menjadi jembatan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintah guna memastikan upaya peningkatan sektor kesehatan dijalankan secara terorganisir.

You may also like