Salah satu kenangan masa lalu yang pasti diingat oleh kebanyakan dari kita adalah saat belajar bersama guru ngaji. Sosok yang selalu memberi kedamaian di tengah masyarakat, utamanya perkampungan dan pondok. Tak hanya mengajar dan mendidik kita membaca Al-Quran, tapi juga mengayomi dan membimbing anak-anak muda supaya menjadi generasi penerus yang baik dan mulia.

Seperti Anda, begitu juga kenangan Arsjad Rasjid tentang masa kecilnya. Lewat sebuah interaksi bersama followers di media sosial Instagram untuk memperingati Hari Guru, Arsjad menjawab bahwa sosok pendidik yang tak pernah ia lupakan, dari kecil hingga sekarang adalah guru ngaji.

Sosok pendidik yang paling diingat Arsjad adalah Guru Ngaji

“Saya ingat, guru ngaji saya waktu saya masih kecil,” kenang Arsjad.

Sepotong memori yang ia ingat tentang kebersamaannya dengan guru ngaji tersebut adalah ketika dirinya sedang belajar membaca Al-Quran. Arsjad menjelaskan bahwa pastinya kita ingin membacanya dalam bahasa dan tulisan Arab.

Ia kemudian berbagi pengalamannya saat mempelajari Al-Quran. Ketua Umum PB Perpani tersebut mengatakan bahwa kebanyakan dari kita hanya sebatas menghafalnya saja. Padahal, ada hal yang lebih penting, seperti yang pernah diucapkan Sang guru ngaji dan terus melekat di ingatan Arsjad Rasjid hingga saat ini.

“‘Acad (panggilan Arsjad saat masih kecil), bagus kamu sudah bisa membaca. Tapi itu tidak hanya bisa menghafal dan tahu. Yang paling penting adalah artinya,” tutur Arsjad, menirukan perkataan sang guru ngaji.

Lebih lanjut, Arsjad menjelaskan bahwa ketika masih kecil, saat belajar Al-Quran bersama sang pembimbing favoritnya, ia selalu diarahkan untuk tidak hanya bisa membaca, tapi juga memahami konteks atau sejarah.

“Harus dilihat dengan konteks pada tahun tersebut, sejarah tersebut, dan pada waktu itu bagaimana society itu ada,” imbuhnya.

Inilah pengalaman yang membuat Arsjad Rasjid begitu mengidolakan sang guru masa kecilnya. Sosok yang tak hanya mendidik ilmu, tetapi juga adab yang begitu dalam dan sangat berarti bagi dirinya.

Guru penuh jasa, tapi sering terlupa begitu saja

Sebelum menutup sharing-nya tentang pendidik yang paling ia ingat, Arsjad memberi ucapan selamat kepada para guru di seluruh Indonesia. Para pahlawan yang tak pernah lelah mengajar dan memberi ilmu bagi kita semua. Tetapi jasa itu seringkali terlupakan begitu saja ketika beranjak dewasa.

“Anda adalah pahlawan. Pahlawan yang tidak pernah, mungkin disebut, diapresiasi. Tapi bagaimana ada murid dan bagaimana murid itu bisa menjadi seseorang, dan menjadi pintar, dan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa tanpa guru-gurunya?” pungkasnya.

BACA JUGA: Arsjad Rasjid: Belajar Menerima Perubahan dan Menghadapi Kegagalan dari Para Pemimpin Dunia

Seperti Arsjad Rasjid dan guru ngaji panutannya, adakah sosok pendidik yang memberi kenangan indah hingga Anda ingat sampai sekarang?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arsjad Rasjid (@arsjadrasjid)

You may also like

More in Inspirasi