Minyak Gosok Tawon merupakan salah satu brand legendaris yang berhasil eksis di tengah pasar yang penuh produk kesehatan modern. Meski tanpa promosi intens maupun strategi viral, merek ini masih menjadi pilihan dan top of mind konsumennya.
Arsjad Rasjid menekankan bagaimana brand ini sudah berumur 100 tahun dan bahkan berhasil memperluas pemasarannya hingga ke luar negeri. Tak hanya itu, produk kesehatan ini juga relevan dengan para ‘remaja jompo’
Pengusaha sukses Tanah Air tersebut mencoba membedah strategi bisnis Minyak Gosok Tawon yang berhasil memadukan tradisi dan adaptasi, hingga bisa bertahan hingga hari ini.
Daftar Isi
Sejarah Minyak Gosok Tawon berdiri lebih dari 1 abad
Eddy Mattualy bawa Minyak Tawon go international
Kunci sukses Minyak Tawon masih bertahan: Konsistensi dan komitmen tradisi bisnis keluarga
Sejarah Minyak Gosok Tawon berdiri lebih dari 1 abad
Keberlangsungan minyak dan balsam Tawon berakar dari sebuah bisnis keluarga di Makassar. Berawal dari racikan tangan Lie A Liat yang menciptakan minyak gosok dengan nama To Boo Loeng di tahun 1912 dan memasarkannya di di Makassar serta pedalaman Sulawesi.
Nama To Boo oLeng berasal dari nama toko obat yang dibuat oleh Lie A Liat di lokasi bernama Tempelstraat, atau kini dikenal dengan nama Jalan Sulawesi. Pemasaran yang ia lakukan masih konvensional, dengan rajin membagikan brosur, datang ke pasar malam, hingga mengundang paduan suara untuk menarik perhatian pembeli.
Meskipun masih di kawasan sekitar Sulawesi, kala itu Makassar menjadi persinggahan strategis sejumlah pedagang asing. Seperti Tiongkok, Belanda, Jepang maupun India.
Metode pemasaran yang cukup kreatif serta khasiat nyata produk inilah yang berhasil membuat To Boo Loeng dikenal luas dan laku keras. Tak hanya di masa Lie A Liat, tapi juga di era anak cucunya kelak.
Eddy Mattualy bawa Minyak Tawon go international
Setelah Lie A Liat tutup usia, usaha PT Tawon Jaya Makassar ini diwariskan kepada sang anak, Frans Bani Mattualy. Nama minyak gosok To Boo Lieng baru berubah nama menjadi Minyak Tawon setelah bisnis keluarga tersebut dipegang oleh anak Frans, Eddy Mattualy.
Nama Tawon sendiri memiliki filosofi khusus. Menurut Eddy Mattualy, ia memilih nama serangga tersebut karena dikenal sebagai spesies yang hidup rukun dan memiliki kekeluargaan yang kuat. Sesuai dengan bagaimana tradisi keluarganya selama satu abad memproduksi minyak tersebut.
Sebagai generasi ketiga, Eddy Mattualy membawa produk keluarganya lebih relevan dengan zaman. Tanpa mengubah resep asli minyak gosok warisan nenek moyang, Eddy mencoba berinovasi dengan menghadirkan varian balsam.
Pada masa ini pula, pemasaran Minyak Gosok Tawon bergerak dinamis hingga ke luar negeri. Setelah mampu menembus pasar Asia Tenggara, di tahun 2009, Minyak Gosok Tawon mulai memasuki pasar Eropa dan Amerika.
Kunci sukses Minyak Tawon masih bertahan: Konsistensi dan komitmen tradisi bisnis keluarga
Berhasil menjadi produk pilihan masyarakat selama 100 tahun atau dalam 3 generasi, Arsjad Rasjid menonjolkan kunci kesuksesan Minyak Gosok Tawon. Konsistensi dan komitmen terhadap tradisi bisnis keluarga.
Hingga kini, anak-anak Eddy Mattualy pun dilibatkan untuk mengenal produk kebanggaan keluarga mereka. Sejak masih SD, mereka diajak ke pabrik dan diajari mengenal aroma serta proses produksi minyak tawon.
Meski memiliki nama minyak tawon dan aroma hangat yang sangat khas, bahan baku utamanya bukanlah serangga tawon. Wangi rempah yang sedikit menyengat itu berasal dari perpaduan bawang, daun lada, jahe dan cengkih, yang dikombinasikan dengan minyak kelapa dan minyak kayu putih.
Khasiat yang membedakan minyak ini dengan minyak lainnya adalah rasa hangat yang lebih kuat dan meresap sampai ke otot. Tak heran, produk ini bahkan diandalkan untuk mengatasi nyeri otot, nyeri sendi dan luka ringan.
BACA JUGA: 5 Strategi Sukses untuk Mengembangkan Usaha UMKM di Era Digital
Keberlangsungan produk Minyak Gosok Tawon ternyata bukan hanya sebagai obat kuasi sehari-hari, tetapi sarat makna akan konsistensi dan komitmen yang terjalin kuar dari tiga generasi.














