Ada satu anggapan yang sangat umum di masyarakat bahwa brand luar negeri cenderung lebih menarik ketimbang produk lokal. Walau kualitas produksi hingga kemasan bisa dibandingkan, namun tak bisa dipungkiri bahwa anggapan tersebut agaknya benar adanya.

Secara ironi kita harus mengakui bahwa kebanggaan untuk memakai karya anak bangsa itu masih sangat minim, terkalahkan dengan keinginan kuat memakai brand luar negeri yang bahkan mungkin produksinya justru di negeri sendiri.

Untuk mewujudkan misi Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, sudah saatnya bagi semua masyarakat mendukung berbagai produk lokal. Bukan hanya untuk meningkatkan UMKM, juga sebagai cara agar barang-barang karya bangsa sendiri tak lagi dipandang sebelah mata.

“Saya yakin produk lokal bisa kompetitif terhadap yang namanya produk dari luar” kata Arsjad Rasjid, mengawali diskusi asyik tentang cara agar produk lokal bisa naik kualitas di media sosial Instagram miliknya.

Berikut adalah tips dari Arsjad Rasjid, Ketua Kadin Indonesia, agar hasil produksi lokal bisa sejajar dengan brand internasional.

Kedepankan kualitas

Bicara tentang produk lokal yang tak dipandang sebelah mata berarti juga bicara kualitas. Sudah sepantasnya produsen memberikan yang terbaik kepada konsumen. Seperti tips dari Arsjad Rasjid untuk selalu melakukan positioning terhadap kualitas produk lokal kita.

Dengan menyadari seberapa baik kualitas produk akan membantu kontrol terhadap kemampuan barang produksi. Kemudian kedepannya kita bisa melakukan pengembangan produk untuk lebih meningkatkan value-nya.

“Tergantung kualitasnya bagaimana, kita perlu melakukan namanya continuous improvement terhadap quality,” terangnya.

Secara bertahap, UMKM diharapkan bisa membuat produk yang semakin baik dan berkualitas.

Branding

Produsen atau UMKM bisa saja mengklaim bahwa hasil produksinya tidak kalah dengan buatan luar negeri. Namun itu saja tak cukup karena konsumen kadang juga mempertimbangkan popularitas brand di samping harga atau kualitas.

Lewat video “1 Minute with Arsjad Rasjid” yang membahas tentang bagaimana meningkatkan kualitas produk lokal, Arsjad Rasjid menegaskan bahwa branding itu berperan penting dalam pemasaran.

“Dengan sebuah nama, dengan sebuah branding saja, sebuah produk value-nya bisa naik,” tutur Arsjad.

Oleh karenanya sangat penting bagi usaha lokal untuk memiliki sebuah branding yang baik. Hal ini bukan sesuatu yang mustahil terjadi mengingat sudah banyak brand lokal yang namanya menggaung dan tidak kalah dengan merk luar negeri. Hal ini tentu saja harus dibarengi dengan produk yang memang berkualitas pula.

Packaging

Banyak yang bilang, “Don’t judge the book by it’s cover.” Namun nyatanya orang justru tertarik untuk membaca, bahkan membeli buku karena lebih dulu tertarik oleh sampulnya.

Ini merupakan sebuah gambaran tentang pentingnya packaging. Bahkan Arsjad Rasjid juga setuju bahwa pengemasan produk merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan oleh produk lokal agar bisa bersaing dengan barang-barang luar negeri.

“Packaging itu penting karena produknya kalau di-package dengan sesuatu yang menarik itu akan menjadi suatu attractiveness, daya tarik sendiri kepada konsumen,” lanjut Arsjad.

Karena itu, sosok yang juga merupakan ketua Perpani ini menyarankan bagi para pengusaha muda yang ingin merebut hati konsumen lewat kualitas untuk “getting the right packaging” bagi setiap produk usahamu. Selalu ketahui tren packaging terbaru yang diinginkan konsumen masa kini. Apakah penuh warna, minimalis, atau sesuatu yang berbeda?

Narasi produk

Produk yang berkualitas juga ‘punya kemampuan’ untuk bercerita. Seperti seorang pendongeng handal, produk lokal yang memiliki narasi menarik juga akan sukses menarik perhatian lebih banyak konsumen.

“Orang itu akan sangat tertarik dengan narasi sebuah produk, dibuat oleh siapa, bagaimana dibuatnya,” ungkap Arsjad.

Menurut Arsjad, dengan narasi produk yang baik, sebuah produk akan terlihat semakin bernilai. In return, tentu saja akan semakin membuat konsumen penasaran untuk mencoba dan memilikinya.

Pricing

Hal terakhir yang tak kalah penting bagi produk lokal untuk menaikkan kualitas adalah menentukan harga atau pricing. Di sini produsen atau UMKM harus benar-benar bisa menemukan dan menentukan harga yang pas untuk produk lokal mereka.

“Bisa murah, bisa juga mahal. Tergantung daripada kombinasi tadi. Kualitasnya bagaimana, branding-nya bagaimana, packaging-nya bagaimana dan narasinya bagaimana,” jelas Arsjad.

Apa yang dijelaskan oleh Arsjad Rasjid sebenarnya termasuk kedalam marketing DNA, yang terdiri dari Positioning, Differentiation, dan Brand. Tujuannya adalah untuk menempatkan brand atau produk di dalam benak pelanggan, untuk menciptakan value bagi produk atau brand tersebut. Sehingga konsumen akan dengan senang hati membeli produk karena telah memiliki kesan khusus terhadap produk dan brand. Konsumen menjadi tidak lagi melihat cost saat melakukan keputusan pembelian. Sehingga harga barang pun menjadi terkesan relatif, bisa tinggi, bisa juga lebih rendah.

BACA JUGA: 4 Skill Pengusaha UMKM yang Wajib Dimiliki Menurut Arsjad

Lima faktor di atas bisa menjadi solusi buat pengusaha muda Indonesia untuk membuat produknya memiliki kualitas mampu bersaing di berbagai pasar, baik dalam maupun luar negeri. Terus berusaha dan jangan menyerah untuk mencoba agar produk lokal Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata.

You may also like

More in Inspirasi